Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisah BCA Pernah Dikuras Dananya Saat Krisis 1998

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menceritakan kembali kondisi perusahaan saat terjadi krisis finansial lebih dari 2 dekade silam.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  11:53 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja. Bisnis - Nurul Hidayat
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini PT Bank Central Asia Tbk. menjadi bank swasta terbesar di Indonesia dengan aset senilai Rp918,99 triliun pada 2019. Namun, pada saat krisis 1998, BCA pernah mengalami kisah pahit.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menceritakan kembali kondisi perusahaan saat terjadi krisis finansial lebih dari 2 dekade silam. Dia menyebutkan masih ingat betul pada November 1997, IMF mengeluarkan advice untuk menutup 16 bank.

"Saat itu, program penjaminan simpanan belum ada dan menyebabkan masyarakat panik. Mereka bergeser ke bank-bank pemerintah dan swasta yang besar karena dianggap lebih aman," ujarnya pada Rabu (10/6/2020).

Sayangnya, pada 1998 tidak hanya ada krisis keuangan, tetapi juga terjadi gejolak politik. Bank swasta, terutama BCA, terkena rumor politik dan masyarakat yang memindahkan dana ke bank-bank besar pun langsung dilanda kepanikan.

"Kami di-rush [ditarik dana] luar biasa, lebih dari 35 persen DPK [dana pihak ketiga] kami dikuras, ditarik," kata Jahja.

Namun, Jahja menyebutkan dari krisis 1998 ada pelajaran yang dipetik. Setelah itu, mulai dikenalkan program penjaminan simpanan. Saat ini, simpanan masyarakat di bank yang dananya di bawah Rp2 miliar dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Dengan penjaminan sekarang, seharusnya masyarakat lebih tenang, enggak panik. Kami bersyukur juga 98 mempersiapkan perbankan dan pengusaha dengan suatu pelajaran yang sangat penting," katanya.

Selain menjadi bank swasta terbesar di Indonesia, saat ini porsi dana murah berupa tabungan dan giro di BCA termasuk tinggi dibandingkan dengan bank-bank lain, yaitu sebesar 76,72 persen dari total himpunan DPK, yang senilai Rp741,02 triliun pada kuartal I/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca krisis simpanan perbankan jahja setiaatmadja
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top