Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian BUMN Tunjuk Pegadaian Jadi Bagian Platform PaDi UMKM

Dalam kick off PaDi (Pasar Digital) UMKM, Senin 15 Juni 2020, Pegadaian ditunjuk menjadi salah satu dari sembilan perusahaan BUMN yang terlibat dalam pengembangan platform digital tersebut.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  22:52 WIB
Karyawan menunjukan emas di kantor Pegadian di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menunjukan emas di kantor Pegadian di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) terus mendukung program pemerintah dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), melalui suatu ekosistem Pasar Digital UMKM atau PaDi UMKM.

Pada kegiatan kick off PaDi UMKM yang diselenggarakan pada Senin 15 Juni 2020 dan dipimpin oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Pegadaian ditunjuk menjadi salah satu dari sembilan perusahaan BUMN yang terlibat dalam pengembangan platform digital tersebut.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan bahwa penunjukan perseroan sebagai salah satu bagian dalam pengembangan platform tersebut menjadi bukti nyata bahwa perusahaan memiliki peran sebagai agent of development yang terus berupaya mendukung kemajuan UMKM.

"Menjadi bagian dari platform digital PaDi UMKM merupakan sebuah kesempatan besar bagi kita untuk terus mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sektor UMKM," ujar Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dalam keterangan resminya Selasa (16/6/2020).

Sedangkan, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan situasi pandemi Covid-19 ini membawa dampak yang cukup signifikan terhadap sektor UMKM, berbeda kondisinya pada tahun 1998 di mana UMKM justru dapat bertahan.

Oleh karenanya demi membantu sektor UMKM, perusahaan BUMN diminta agar belanja sampai dengan Rp14 miliar yang diprioritaskan pada sektor UMKM. Oleh karena itu, adanya platform digital PaDi UMKM dapat memudahkan BUMN untuk berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM.

"Saya yakin dengan adanya platform PaDi UMKM ini dapat memperluas channel UMKM serta membantu mempersiapkan UMKM dalam memasuki new normal melalui transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital."

Dijelaskan bahwa PaDi UMKM merupakan sebuah platform digital yang mempertemukan UMKM dengan perusahaan BUMN untuk mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM, serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan.

Melalui platform PaDi UMKM, BUMN dapat melakukan belanja secara digital sehingga lebih cepat, transparan, dan meningkatkan efisiensi. Dengan masuknya UMKM dalam ekosistem PaDi UMKM, tentunya dapat memperluas jaringan secara online, meningkatnya penjualan atas peningkatan transaksi, serta menjadi suatu experience dalam memasuki dunia transaksi digital.

Selain itu, UMKM juga akan mendapatkan kemudahan akses pembiayaan dari BUMN yang artinya juga membawa dampak pada peningkatan penyaluran kredit bagi BUMN penyalur pembiayaan.

Adapun sembilan BUMN yang terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM, antara lain Telkom yang juga sebagai aggregator PaDi UMKM, dan 8 BUMN lainnya adalah Pertamina, Pupuk Indonesia, BRI, Pegadaian, PNM, PP, Waskita Karya, dan Wijaya Karya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pegadaian ekonomi digital
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top