Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Asuransi Kendaraan Bermotor Diproyeksikan Loyo Tahun Ini

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa pandemi virus corona akan membawa dampak cukup besar kepada kinerja asuransi kendaraan bermotor sepanjang tahun ini, termasuk lini-lini bisnis asuransi umum lainnya.
Foto Multiple Exposure karyawan saat beraktivitas di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Foto Multiple Exposure karyawan saat beraktivitas di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI memproyeksikan kinerja asuransi kendaraan bermotor akan melambat pada tahun ini, meskipun capaian positif terjadi pada kuartal pertama.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa pandemi virus corona akan membawa dampak cukup besar kepada kinerja asuransi kendaraan bermotor sepanjang tahun ini, termasuk lini-lini bisnis asuransi umum lainnya.

Dia menjelaskan bahwa proyeksi tersebut dilihat AAUI berdasarkan analisa informasi dan data-data pada periode sebelumnya. Adanya penurunan penjualan kendaraan bermotor pada awal tahun, disusul oleh pandemi Covid-19 dinilai akan menekan kinerja asuransi kendaraan.

"Kemungkinan besar penurunan produksi kendaraan sebagai dampak Covid-19 yang membuat AAUI berasumsi akan ada perlambatan pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor," ujar Dody kepada Bisnis, Kamis (18/6/2020).

Dia pun menilai bahwa penurunan daya beli masyarakat akibat Covid-19 akan turut memukul kinerja asuransi kendaraan bermotor. Kondisi itu pun dikhawatirkan akan mengurangi pengeluaran masyarakat untuk proteksi asuransi.

Asuransi kendaraan bermotor mencatatkan premi Rp4,97 triliun pada kuartal pertama tahun ini, naik 4,9 persen (year-on-year/yoy) dari total premi Rp4,74 triliun pada kuartal I/2019. Adapun, klaim yang dibayarkan lini bisnis tersebut mencapai Rp2,09 triliun pada kuartal I/2020 atau naik 3,4 persen (yoy) dari Rp2,02 triliun pada kuartal I/2019.

Lini bisnis itu mencatatkan pangsa pasar terbesar dari industri asuransi umum, yakni 25,1 persen pada kuartal I/2020. Di bawahnya terdapat lini bisnis properti dengan pangsa pasar 22,3 persen, asuransi kredit (13,6 persen), asuransi kecelakaan diri (13,2 persen), dan marine cargo (5,8 persen).

Dody menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja pada kuartal pertama tahun ini kemungkinan besar disebabkan oleh masih adanya pembelian kendaraan dan asuransinya, terutama kendaraan bekas. Saat itu dampak pandemi Covid-19 dinilai belum begitu terasa.

Meskipun begitu, telah terdapat tren penurunan kendaraan bermotor pada awal tahun. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan kendaraan roda dua pada kuartal I/2020 sebanyak 1,57 juta unit atau turun 6,5 persen (yoy) dari kuartal I/2019 sebanyak 1,68 juta unit.

Penurunan lebih tajam terjadi pada kendaraan roda empat yang mencapai 15,6 persen (yoy). Pada kuartal I/2020 jumlah mobil yang terjual mencapai 219.358 unit atau turun dari kuartal I/2019 sebanyak 259.963 unit.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Statistik dan Riset AAUI Trinita Situmeang menjelaskan bahwa perlambatan kinerja asuransi umum berpotensi terus terjadi sepanjang tahun seiring pandemi Covid-19 yang menghambat aktivitas perekonomian.

Menurutnya, AAUI bahkan memperkirakan industri asuransi umum akan mencatatkan kinerja negatif saat menutup buku 2020. Hal tersebut muncul dari hasil stress test AAUI mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja asuransi umum

"Saat ini AAUI memprediksi pertumbuhan pada akhir tahun berkisar 15 persen–25 persen karena akan terjadi penurunan cukup signifikan di lini asuransi yang menjadi kontributor terbesar [perolehan premi]," ujar Trinita pada Jumat (14/6/2020).

Dia memaparkan bahwa berdasarkan stress test yang dilakukan AAUI, asuransi umum akan mencatatkan kinerja negatif 17,5 persen dalam kondisi yang relatif aman dan negatif 25 persen dalam kondisi buruk. Adapun, jika dampak pandemi Covid-19 sangat menekan perekonomian Indonesia, kinerja asuransi umum dinilai bisa anjlok hingga negatif 30 persen.

"Kami berharap tidak sampai 30 persen, tapi saat ini skenario yang kami tunjukkan ada angka itu," ujarnya.

Pada kuartal pertama tahun ini, industri asuransi umum mencatatkan pertumbuhan premi 0,4 persen (year-on-year/yoy) dengan nilai Rp19,84 triliun. Jumlah tersebut tumbuh Rp79,18 miliar dari capaian premi kuartal pertama 2019 senilai Rp19,76 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper