Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AAUI: Kinerja Asuransi Kendaraan Masih akan Stagnan

AAUI menilai bahwa kinerja asuransi kendaraan bermotor yang stagnan berpotensi masih belanjut seiring adanya keterbatasan mobilitas kendaraan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  22:22 WIB
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI menilai bahwa kinerja asuransi kendaraan bermotor yang stagnan berpotensi masih belanjut seiring adanya keterbatasan mobilitas kendaraan.
 
Berdasarkan data AAUI, premi asuransi kendaraan pada 2019 tercatat senilai Rp18,73 triliun. Jumlah tersebut meningkat tipis 0,3% (year-on-year/yoy) dari perolehan premi 2018 senilai Rp18,67 triliun.
 
Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa kinerja asuransi kendaraan yang stagnan pada tahun lalu itu berpotensi berlanjut hingga saat ini, seiring terhambatnya kinerja industri otomotif yang ditambah oleh faktor penyebaran virus corona.
 
Menurut Dody, pihaknya menerima informasi bahwa pabrikan kendaraan bermotor mengurangi produksi kendaraan bermotor. Hal tersebut akan mengurangi perolehan premi asuransi kendaraan, karena pembelian kendaraan itu disertai oleh asuransi.
 
Selain itu, pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan masyarakat pun dinilai akan turut memengaruhi perolehan premi industri. Mobilitas kendaraan yang berkurang diperkirakan akan membuat masyarakat pun mengurangi belanja polis asuransi kendaraan.
 
"Indikasi penurunan premi lini bisnis asuransi kendaraan sudah terlihat sejak triwulan IV/2019 lalu, di mana info dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia [Gaikindo] yang mengoreksi target pertumbuhan penjualan kendaraan. Dan data AAUI memang pertumbuhan premi relatif stagnan," ujar Dody kepada Bisnis, Senin (4/5/2020).
 
Dody menjelaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kinerja premi asuransi kendaraan pada kuartal II/2020, saat momentum lebaran berlangsung. Meskipun begitu, AAUI belum dapat memperkirakan nilainya karena perlu membandingkan dengan catatan kinerja kuartal I/2020 yang masih diproses.
 
"Tapi dengan tidak banyaknya kendaraan yang beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar [PSBB], bisa jadi klaim kendaraan juga turun. Kita masih akan melihat data triwulan I/2020 terlebih dahulu," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aaui
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top