Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Upaya OJK Mitigasi Risiko Pendanaan Lewat Equity Crowd Funding

Dari data Alternative Finance United Kingdom (Altfi UK) crowd funding 2016, hanya ada sebesar 5 persen dari total penerbit yang berhasil keluar dan naik kelas usaha ke level selanjutnya dengan dukungan ECF.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  22:33 WIB
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memetakan risiko pendanaan bagi UMKM melalui platform fintek equity crowd funding atau ECF.

Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasari menjelaskan dari data Alternative Finance United Kingdom (Altfi UK) crowd funding 2016, hanya ada sebesar 5 persen dari total penerbit yang berhasil keluar dan naik kelas usaha ke level selanjutnya dengan dukungan ECF.

"Dari 751 penerbit ECF di Inggris hanya 5 yang berhasil keluar naik kelas, kemudian 216 berhasil upround atau menjual sahamnya lebih tinggi, sisanya beragam mulai dari bisnisnya gagal, serta penawaran saham lanjutannya di harga lebih rendah dan sebagainya," ujarnya dalam konpers daring Kamis (25/6/2020).

Untuk mengantisipasi hal serupa di Indonesia, OJK telah mendorong upaya mitigasi kepada platform fintek ECF, di antaranya dengan memberikan edukasi kepada konsumen atau investor yang telah menanamkan modalnya tentang potensi risiko di ECF.

Kemudian bagi operator atau perusahaan ECF agar menerapkan standar operasional prosedur secara ketat dalam proses seleksi UMKM yang bakal menjadi penerbit saham.

Setelah itu, tentang pasar sekunder yang menjadi perhatian OJK yaitu tentang price discovery, di mana apabila saham ECF diperdagangkan maka harga mana yang menjadi acuan, karena jika diserahkan ke mekanisme pasar akan terjadi manipulasi harga.

"Alternatif lain yang dapat digunakan misalnya guideline tertentu contoh International Private Equity dan Venture [IPEV] Capital Valuation guidelines," ujarnya.

Adapun tiga platform ECF yang saat ini sudah berizin di OJK yaitu Santara, Bizhare, dan Crowddana. Data terakhir sampai 4 Juni 2020, sudah ada total 74 penerbit, 48.014 investor, serta 97,5 miliar penerbitan oleh ECF di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm OJK Crowdfunding
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top