Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Melemah Akibat Pandemi, Bankir Optimistis KPR Akan Kembali Meningkat

Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan suku bunga acuan Bank Indonesia sudah turun cukup baik sepanjang tahun ini.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  18:17 WIB
Foto udara perumahan di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri perbankan optimsitis masih dapat meningkatkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) seiring dengan mulai terpangkasnya beban bunga tahun ini.

Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan suku bunga acuan Bank Indonesia sudah turun cukup baik sepanjang tahun ini.

Perseroan pun sudah mulai dapat menyesuaikan suku bunga dananya dan perlahan mentransmisikannya ke suku bunga kredit termasuk KPR.

“Suku bunga kami terus mengikuti cost of fund dan juga kami tawarkan berbagai skema. Harusnya suku bunga kredit juga bisa turun untuk memggairahkan KPR lagi. Kami masih yakin KPR masih bisa tumbuh positif sampai akhir tahun,” katanya, Jumat (26/6/2020).

Meski demikian, Lani mengakui permintaan KPR cukup tertekan selama kuartal II/2020 lantaran pandemi yang memangkas pendapatan debitur.

“Memang sejak April ada penurunan KPR baru yang cukup banyak. Hampir setengah. Namun, pada Mei 2020, pertumbuhan tahunan kami kami secara portofolio masih tumbuh hampir 10% secara tahunan,” katanya.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berkomitmen akan memaksimalkan ekspansi pada sektor pembiayaan perumahan hingga 3 kali lipat dari penempatan uang negara di perseroan.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan sesuai dengan core business, perseroan akan memaksimalkan penggunaan dana tersebut untuk mendukung sektor perumahan. 

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kepada Bank BTN. Insha Allah penempatan dana tahap satu sekitar Rp5 triliun dan kami berkomitmen gross ekspansi akan mencapai 3 kali dari jumlah tersebut,” jelas

Menurut Pahala, sektor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, KPR non-subsidi, dan kredit konstruksi akan menjadi motor utama dalam mendorong ekspansi tersebut.

Peraeroan pun memiliki pengalaman panjang dan jaringan yang luas serta kuat di sektor perumahan yang mendukung secara maksimal penyerapan anggaran ini.

Pahala melanjutkan penempatan dana negara ini juga akan melanjutkan daftar panjang kepercayaan Pemerintah kepada Bank BTN. 

Bahkan, Bank BTN baru memperoleh stimulus bantuan Subsidi Selisih Bunga (SSB) untuk 146.000 unit rumah guna mendorong pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Dari stimulus tersebut, setidaknya nilai kredit yang dapat disalurkan mencapai sekitar Rp18 triliun  sampai dengan Rp20 triliun hingga akhir tahun nanti. 

Sementara itu, Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan upaya pemerintah untuk terus mengantisipasi penyebaran Covid-19 memang berimbas pada penurunan permintaan KPR di market, sehingga cukup menantang  bagi perseroan dalam mencapai target pertumbuhan KPR yang telah dipatok pada awal tahun ini. 

"Saat ini, kami masih menyalurkan KPR dengan pendekatan yang cenderung selektif dengan fokus kepada calon debitur yang tergolong pembeli rumah pertama (first home buyer) dan fixed income earner," kara Rully. 

Untuk menunjang proses bisnis dalam era new normal dan untuk merealisasikan visi menjadi modern digital banking, Bank Mandiri telah menyiapkan penyesuaian proses bisnis KPR melalui platform digital yang dapat membantu calon debitur untuk melihat rumah yang akan dibeli sehingga diharapkan dapat meminimalkan tatap muka dengan penjualan.

Penyesuaian proses bisnis lain antara lain termasuk penggunaan e-aplikasi dengan digital signature, penggunaan robotic untuk pemrosesan aplikasi nasabah kriteria tertentu secara seamless, dan monitoring status aplikasi pengajuan nasabah secara online.

“Diharapkan dengan penyesuaian-penyesuaian tersebut, calon debitur tetap dapat mengajukan KPR dengan tetap mematuhi prinsip social-distancing dalam rangka penanggulangan Covid-19,” katanya.

Hingga Maret 2020, penyaluran KPR Bank Mandiri mencapai lebih dari Rp43 triliun, masih tumbuh tipis di kisaran 2% secara year on year

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr kredit perbankan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top