Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BTN Berencana Sekuritisasi Rp2 Triliun, Ada Porsi untuk Ritel

BTN berencana membagi porsi ritel sekitar 10 persen hingga 20 persen dari target sekuritisasi senilai Rp2 triliun.
Pengunjung mencari informasi di stan Bank BTN pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengunjung mencari informasi di stan Bank BTN pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berencana melakukan sekuritasiasi pada semester II/2020, untuk menghimpun dana senilai Rp2 triliun. Aksi korporasi tersebut disamping menyasar investor wholesale, juga ritel.

"Sekuritisasi Rp2 triliun. Kami coba ada bagian yang bisa diritelkan pertama kali," terang Direktur Finance, Planning, and Treasury Bank BTN Nixon LP Napitupulu dalam video konferensi, Jumat (26/7/2020).

Nixon mengatakan bagian ritel direncanakan sekitar 10 persen hingga 20 persen dari target Rp2 triliun. BTN bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial, serta menggandeng PT Mandiri Manajemen Investasi untuk segmen ritelnya.

Perseroan berharap dapat mengeksekusi rencana ini pada Agustus mendatang. Dia berharap rencana sekuritasasi ritel ini dapat berjalan, sehingga menjadi produk sekuritisasi pertama perseroan di segmen ritel.

Dia menyebutkan hal ini sekaligus menjadi pilihan investasi menarik yang berbeda dengan obligasi maupun instrumen lainnya. "Karena underlying-nya rumah, ini sangat cocok untuk tipe yang membutuhkan likuiditas," jelas Nixon.

Baru-baru ini, BTN melakukan penawaran Obligasi Berkelanjutan IV pada 10 Juli-23 Juli 2020, dengan target perolehan dana senilai Rp1,5 triliun. Nixon mengatakan dana hasil penerbitan obligasi digunakan untuk refinancing obligasi jatuh tempo senilai Rp5,3 triliun.

"Kami memang hanya menerbitkan Rp1,5 triliun, sisanya ditutup dari dana pihak ketiga," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper