Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembentukan Biaya Pencadangan BCA Meningkat di Masa Pandemi

Total pembentukan CKPN BCA selama semester I/2020 mencapai Rp6,5 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  22:30 WIB
Nasabah melakukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah melakukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembentukan biaya pencadangan PT Bank Central Asia Tbk. mengalami peningkatan di tengah pandemi Covid-19.

Pada kuartal II/2020 pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) Bank BCA senilai Rp5,6 triliun. Total pembentukan CKPN perseroan selama semester I/2020 mencapai Rp6,5 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja potensi peningkatan CKPN dapat terus berlanjut pada semester II/2020. Potensi peningkatan CKPN tersebut seiring dengan kemungkinan bertambahnya nasabah yang melakukan restrukturisasi.

Setidaknya, selama Maret sampai dengan Juni 2020, BCA memproses pengajuan restrukturisasi kredit sebesar Rp115 triliun atau sekitar 20 persen dari total portofolio kredit yang berasal dari 118.000 nasabah.

Per 30 Juni 2020, total kredit yang telah selesai direstrukturisasi tercatat senilai Rp69,3 triliun atau 12 persen dari total portofolio kredit.

BCA pun melihat adanya kemungkinan peningkatan kredit yang direstrukturisasi hingga 20-30 persen dari total portofolio kredit, yang berasal dari 200.000-250.000 nasabah.

"Mengenai jumlah tidak bisa prediksi berapa besar CKPN," katanya, Senin (27/7/2020).

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan perseroan memang mengestimasikan akan ada peningkatan CKPN pada semester II/2020. Pembentukan CKPN tersebut menyesuaikan dengan profil kredit dua kuartal berikutnya.

Menurutnya, kebijakan restrukturisasi telah membantu BCA dalam mengklasifikasikan kredit pada katagori lancar. Meskipun demikian, pembentukan CKPN harus terus dilakukan sebagai upaya refleksi kualitas kredit ke depannya.

Saat ini, profil nasabah yang mendapatkan restrukturisasi teteap didominasi dari kredit bisnis. Hal tersebut menyesuaikan dengan portofolio kredit BCA yang sebesar 70 persen disalurkan ke bisnis dan 30 persen ke bisnis.

"Kami lihat kuartal per kuartal bagaimana profil kredit, akan berlanjut karena bagian dari cadangan atas risiko kredit," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca restrukturisasi utang kinerja bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top