Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Berharap Kredit Bisa Tumbuh 5 Persen Tahun Ini

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penyaluran kredit pada Mei 2020 hanya tumbuh 3,04 persen.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  01:00 WIB
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Meski berat, pemerintah masih berharap pertumbuhan kredit masih dapat menyentuh 5 persen pada tahun ini.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pihaknya masih menyimpan harapan akselerasi kredit pada paruh kedua 2020.

Pemerintah pun sudah membekali bank pelat merah dan bank daerah dengan penempatan dana, sekaligus penjaminan kredit untuk segmen UMKM, dan korporasi.

"Ini situasi ekonmi tidak normal. Kalau normal itu 8 persen sampai 10 persen. Saat ini, 4 persen sampai 5 persen sudah sangat bagus secara nasional," katanya, Rabu (29/7/2020).

Tiko, sapaan akrab Kartika, melanjutkan walaupun berharap kredit bisa tumbuh 5 persen, pemerintah tetap tidak ingin perbankan mengambil langkah agresif dan membuat risiko kredit bermasalah yang justru membenankan ekonomi ke depan.

"Jadi pertumbuhan yang moderat itu, memang ini align dengan risk perbankan, kami juga tidak ingin peningkatan risiko yang berlebihan," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penyaluran kredit pada Mei 2020 hanya tumbuh 3,04 persen. Kredit pada periode tersebut terendah sejak 1998 dengan pelemahan terjadi di seluruh jenis penggunaan.

Sebaliknya, DPK justru mengalami pertumbuhan positif yakni sebesar 8,87 persen pada Mei 2020. Peningkatan DPK didorong oleh masuknya aliran dana asing pasca stimulus moneter global. DPK tumbuh stabil dengan kenaikan pada deposito dan giro.

Meskipun demikian, profil risiko kredit yang semakin memburuk di masa pandemi memang tidak bisa dielakkan.

Per Mei 2020, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan mencapai 3,01 persen (gross) dan 2,09 persen (nett). Meskipun risiko masih dibawah threshold sebesar 5 persen, pertumbuhan restrukturisasi kredit terpantau naik signifikan, mayoritas merupakan restrukturisasi kol-1.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit kementerian bumn
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top