Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Covid-19, Dua Bank Buku II Pasang Target Kredit Realistis

Bank Yudha menetapkan target dana pihak ketiga (DPK) sama dengan tahun lalu. Sementara itu, Bank Mestika Dharma memperkirakan penyaluran kredit Bank Mestika pada tahun ini diperkirakan flat.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 02 Agustus 2020  |  13:33 WIB
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa bank kelompok BUKU II memasang target pertumbuhan kredit realistis pada 2020, akibat dampak Covid-19 yang memukul sektor usaha.

Direktur Utama PT Bank Yudha Bhakti Tbk. Tjandra Gunawan mengatakan pandemi Covid-19 telah membuat bisnis di hampir seluruh sektor turun. Butuh usaha yang besar untuk mempertahankan bisnis di tengah pandemi, termasuk sektor perbankan.

Oleh karena itu, perseroan tidak memasang target agresif pada tahun ini, baik DPK maupun penyaluran kredit. BYB menetapkan target dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp3,9 triliun - Rp4 triliun pada 2020, atau sama dengan tahun lalu. Per Desember 2019, perseroan mencatatkan DPK senilai Rp4,07 triliun.

Pertumbuhan DPK juga otomatis memengaruhi pertumbuhan kredit. Perseroan memasang target pernyaluran kredit sebesar Rp3,8 triliun atau sama dengan posisi akhir 2019.

"Terjangan Covid-19 sangat masif, sehingga saya tidak memasang target yang agresif. Saya realistis saja. Memang tidak mengalami pertumbuhan, tetapi dengan kita bisa mempertahankan di titik yang sama juga membutuhkan effort yang besar," katanya, dikutip Minggu (2/8/2020).

Hingga 30 Juni 2020, penyaluran kredit BYB mencapai Rp2,92 triliun atau turun 18,35 persen secara tahunan. Sementara DPK mencapai Rp2,98 triliun atau turun 18,35 persen secara tahunan.

Tjandra menilai wajar penurunan DPK karena terjadi pengetatan likuiditas di market, terutama BUKU I, II, dan sebagian BUKU III. Likuiditas cukup banyak tersedot di bank BUKU IV. Guna menyiasati pengetatan likuiditas, perseroan menerapkan strategi menjual aset piutang atau cessie

Pada keterbukaan informasi di IDX, perseroan menandatangani perjanjian kerjasama pemasaran piutang kredit pensiun melalui mekanisme cessie (anjak piutang) kepada PT Pintar Inovasi Digita pada 28 April 2020, serta dengan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. pada 18 Mei 2020.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Bank Mestika Dharma Tbk. Suharto memperkirakan penyaluran kredit Bank Mestika pada tahun ini diperkirakan flat atau sama dengan tahun sebelumnya. Kalaupun bertumbuh, dia memperkirakan penyaluran kredit akan tumbuh tipis.

Pada posisi akhir 2019, perseroan mencapai penyaluran kredit senilai Rp7,79 triliun. "Kalau saat ini, bukan tidak mau ekspansi kredit, tetapi marketnya lebih slow down. Kalau DPK justru banyak masuk ke bank kami," katanya, dikutip Minggu (2/8/2020). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mestika dharma bank yudha bhakti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top