Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masa Pandemi, Laba Bank Yudha Bhakti (BBYB) Naik 100,21 Persen

Kenaikan laba salah satunya didorong oleh penurunan beban operasional sebesar 54,45 persen menjadi Rp100,27 miliar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  19:15 WIB
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Yudha Bhakti Tbk. mencatatkan laba bersih senilai Rp19,32 miliar hingga Juni 2020.

Direktur Utama Bank Yudha Bhakti Tjandra Gunawan mengatakan perolehan itu tumbuh 100,21 persen dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama pada 2019 senilai Rp9,65 miliar. Bahkan, perolehan selama enam bulan itu telah melampaui laba sepanjang tahun lalu, yaitu Rp16 miliar.

Dia menyampaikan laba yang melonjak menunjukkan strategi yang diterapkan perseroan berjalan dengan baik. Selanjutnya, perseroan akan terus melakukan terobosan dan transformasi menuju digital bank.

"Kami terus positif meski ada terpaan pemberitaan tentang kami, tetapi kami berhasil membuktikan bahwa apa yang disampaikan dalam pemberitaan sudah tertangani dengan baik," katanya dalam public expose, Kamis (30/7/2020).

Meski pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tercatat turun, tetapi perseroan berhasil menekan beban operasional sebesar 54,45 persen menjadi Rp100,27 miliar. Dari situ, perseroan mampu membukukan laba operasional senilai Rp19,56 miliar.

Emiten bersandi saham BBYB ini, telah menyalurkan kredit senilai Rp2,92 triliun sepanjang Januari-Juni 2020. Penyaluran kredit itu lebih rendah dari periode yang sama tahun 2019 senilai Rp3,45 triliun.

Begitu pula, dana pihak ketiga turun dari Rp3,64 triliun per Juni 2019 menjadi Rp2,98 triliun per Juni 2020. Jenis deposito yang mengambil porsi paling besar, turun 13,51 persen.

"Jika dilihat memang terjadi penurunan [DPK]. Hal tersebut wajar karena terjadi pengetatan likuiditas di market, terutama BUKU I, II, dan sebagian BUKU III. Likuiditas cukup banyak tersedot di bank BUKU IV, sehingga kondisi yang ada di market dibagi-bagi antara BUKU I, II, dan III," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja bank bank yudha bhakti emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top