Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Skema Bank Jangkar Dihapus, Tenang! Bank Kecil Tetap Bisa Dapat Pinjaman

Pemerintah menerbitkan PMK 104/2020 yang merupakan simplifikasi dari PMK 64/2020 terkait penempatan dana pemerintah dengan skema bank jangkar dan PMK 70/2020 terkait skema penempatan dana pemerintah di bank mitra.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  12:07 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Bank kecil dipastikan tetap bisa mendapatkan akses likuiditas melalui skema penempatan dana pemerintah di bank mitra.

Pemerintah menerbitkan PMK 104/2020 yang merupakan simplifikasi dari PMK 64/2020 terkait penempatan dana pemerintah dengan skema bank jangkar dan PMK 70/2020 terkait skema penempatan dana pemerintah di bank mitra.

Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Ubaidi Socheh Hamidi mengatakan sesama perbankan tetap bisa mendapatkan akses pinjaman likuiditas dari perbankan lainnya menggunakan dana yang ditempatkan pemerintah.

Pasalnya, dalam beleid baru disebutkan bank mitra dapat memberikan pinjaman kepada lembaga keuangan menggnakan dana pemerintah tersebut.

"Bank umum mitra tetap dapat menyalurkan kredit kepada bank/lembaga keuangan lain secara b-to-b [bussiness to bussiness] sesuai skema bisnis perbankan," kata Ubaidi kepada Bisnis, Minggu (9/8/2020).

Sebagai gambaran, pemerintah merincikan kriteria debitur yang bisa mendapatkan akses pinjaman tersebut. Secara umum, debitur yang dimaksud adalah debitur yang mendukung dan mengembangkan ekosistem UMKM, koperasi, dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Debitur tersebut mencakup debitur UMKM, lembaga keuangan, dan debitur non-UMKM, seperti debitur kredit konsumsi, KPR< kredit komersial, hingga kredit korporasi.

Adapun, bank yang boleh menjadi bank mitra diharuskan memenuhi beberapa kriteria, misalnya berkegiatan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia dan mayoritas pemilik saham/modal adalah negara, Pemda, Badan Hukum Indonesia, dan/atau Warga Negara Indonesia, serta memiliki tingkat kesehatan minimal komposit 3.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank kecil Bank Jangkar
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top