Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berapa Harga Private Placement Kookmin di Bukopin?

Sebelumnya dalam pelaksanaan PUT V Bukopin ditetapkan harga Rp180 per saham dengan saham baru yang diterbitkan 4,66 miliar lembar saham.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  12:16 WIB
Karyawan melayani nasabah Bank Bukopin di Jakarta, Rabu (8/11). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan melayani nasabah Bank Bukopin di Jakarta, Rabu (8/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Bukopin Tbk. hari ini, Selasa (25/8/2020), menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan menyetoran modal atau private placement.

Private placement ini merupakan kelanjutan dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) V yang dilakukan pada Juli lalu. Dalam PUT V, Kookmin Bank mengeksekusi semua haknya dan beberapa pemegang saham minoritas.

Akhirnya, pemodal asal Korea Selatan itu menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan kepemilikan 33,9 persen. Adapun Bosowa yang sebelumnya sebagai pengendali memiliki 23,4 persen.

Saham lainnya digenggam oleh Negara Republik Indonesia 6,37 persen dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah lima persen mencapai 36,33 persen.

Harga saham pada PUT V itu ditetapkan Rp180 per saham dengan saham baru yang diterbitkan 4,66 miliar lembar saham. Nilai emisi atas pelaksanaan HMETD mencapai Rp838,93 miliar, dengan rasio HMETD 5 saham lama akan memperoleh 2 HMETD.

Dirut Bukopin Rivan A. Purwantono memberikan bocoran bahwa harga private placement akan lebih besar dibandingkan dengan PUT V.

“Standar umum berangkat dari nilai buku. Jadi, di atas harga sebelumnya [PUT V],” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (25/8/2020).

Dengan harga pelaksana sebesar Rp180 per lembar saham pada PUT V, berapa harga pada private placement kali ini?

Harga pelaksana itu sendiri lebih rendah dibandingkan dengan perdagangan kala itu, yang sebesar Rp188 per lembar saham.

Harga PUT V bank berkode saham BBKP ini mencerminkan dari nilai buku (price to book/PBV) 0,24 kali. PBV ini adalah rasio valuasi investasi yang diperoleh dari membandingkan nilai pasar saham perusahaan dengan nilai bukunya.

Perinciannya harga Rp180 dibagi dengan book value (jumlah ekuitas dibagi dengan jumlah saham beredar Rp8,59 triliun: 11.651.908.748 saham beredar yakni Rp737 per saham), hasilnya 0,24 kali.

Setelah melakukan PUT V, ekuitas BBKP meningkat menjadi Rp9,45 triliun dengan saham beredar jadi 16.312.672.247. Nilai bukunya pun menyusut menjadi Rp579 per lembar saham karena pembaginya semakin besar.

Hal itu disebabkan harga pelaksanaan per saham lebih kecil dibandingkan dengan harga pasar. Jadinya, pertumbuhan ekuitas lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah saham, sehingga nilai buku menyusut.

Apakah harga private placement sebesar nilai buku? Dirut Bosowa Corporindo Rudyantho menyampaikan bahwa perseroan menolak private placement yang berdasarkan perintah dari Otoritas Jasa Keuangan.

Menurutnya, private placement seharusnya diselesaikan secara bisnis antara kedua belah pihak, sehingga Bosowa tidak merasa dirugikan.

“Harus ditawar dengan harga wajar. Diselesaikan secara komersil,” ujarnya.

BBKP sebelumnya pernah melakukan rights issue, yakni pada 2018. Kala itu Kookmin masuk dengan harga pelaksana Rp570 per lembar saham. Atas dasar perhitungan bisnis tersebut Bosowa menolak private placement dan menggugat OJK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukopin bank bukopin bosowa Kookmin Bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top