Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realisasi Restrukturisasi Kredit Capai Rp837,64 Triliun

Sebanyak 5,73 debitur berada di sektor UMKM dengan outstanding kredit Rp353,17 triliun. Sisanya, sebanyak 1,44 juta debitur non-UMKM dengan outstanding kredit Rp484,47 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  18:42 WIB
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung gerai Slik menunggu panggilan petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (5/2/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi nilai restrukturisasi kredit hingga 10 Agustus mencapai 61,28 persen dari potensi yang ada.

OJK menghitung potensi restrukturisasi hingga 10 Agustus 2020 dapat dilakukan 102 bank dengan nilai Rp1.367 triliun dari 15,24 juta debitur.

Rinciannya, sebanyak 12,55 juta debitur UMKM dengan outstanding restrukturisasi Rp561,9 triliun dan 2,69 juta debitur non-UMKM dengan outstanding restrukturisasi Rp805 triliun.

Realisasi restrukturisasi kredit hingga 10 Agustus 2020 adalah mencapai Rp837,64 triliun dari 7,18 juta debitur. Sebanyak 5,73 debitur berada di sektor UMKM dengan outstanding kredit Rp353,17 triliun. Sisanya, sebanyak 1,44 juta debitur non-UMKM dengan outstanding kredit Rp484,47 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat mengatakan otoritas telah berupaya mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menjaga agar sektor jasa keuangan tetap bertahan. Adanya POJK 11/2020 dam POJK 14/2020 membuat perbankan dapat melakukan restrukturisasi dengan penilaian kualitas kredit lancar, penetapan kualitas aset satu pilar, dan tambahan modal kerja.

Kebijakan restrukturisasi pun dinilai mampu menahan laju rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) dan mengurangi tekanan yang diakami perbankan. Walaupun kenaikan NPL tetap terjadi yakni naik menjadi 3,22 persen (gross) pada Juli 2020 dari posisi 3,11 persen (gross) pada Juni 2020.

Hanya saja, NPL nett tercatat mengalami penurunan dari posisi 1,13 persen pada Juni 2020 menjadi 1,12 persen pada Juli 2020. Pencadangan yang dilakukan perbankan dinilai efektif menurunkan NPL nett.

"Bank walaupun melakukan restrukturisasi tetap membentuk biaya pencadangan sebagai antisipasi ke depan maka NPL nett masih memadai jauh di bawah NPL gross," katanya, Rabu (26/8/2020).

OJK saat ini masih mencermati risiko kredit dan fungsi intermediasi perbankan. Dana pihak ketiga bank tetap tumbuh 8,53 persen pada Juli 2020 naik dari posisi Juni 2020 yang naik 7,95 persen.

Rasio alat likuid (AL) terhadap non-core deposit (NCD) (AL/NCD) per 12 Agustus 2020 adalah sebesar 135,89 persen dan rasio alat likuid (AL) terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,86 persen per 12 Agustus 2020. Posisi likuditas tersebut memang masih jauh di bawah tresshold.

Kondisi likuditas yang ample berbanding terbalik dengan rasio LDR yang terus menurun. Pada Maret 2020, LDR perbankan adalah sebesar 91,92 persen, kemudian turun menjadi 88,63 persen pada posisi Juni 2020. Rasio LDR semakin menurun hingga Juli 2020 yang sebesar 87,76 persen.

Penyaluran kredit pada Juli 2020 mulai menunjukkan perbaikan yakni menjadi 1,53 persen dari posisi 1,49 persen pada Juni 2020. Hanya saja, dari sisi nilai, penyaluran kredit pada Juli 2020 hanya senilai Rp5.536,17 triliun atau lebih rendah dari posisi Juni 2020 yang senilai Rp5.549,24 triliun.

Selain itu, permodalan dan likuiditas dinilai masih relatif terjaga di tengah profil risiko yang meningkat. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan pada Juli 2020 meningkat menjadi 23,1 persen dari posisi 22,59 persen pada Juni 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit OJK restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top