Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DPR Soroti Burden Sharing Bisa Pengaruhi Beban dan Penghasilan BI

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PKS Anis Byarwati mengatakan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia (BI), otoritas moneter sudah membeli sekitar Rp410,92 triliun SBN selama 2020.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 29 September 2020  |  13:21 WIB
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020).  Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah dan Bank Indonesia menggunakan skema berbagi beban atau burden sharing dalam program pemulihan ekonomi nasional. Akan tetapi pola tersebut berpotensi memberikan dampak negatif ke Bank Sentral.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati mengatakan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia (BI), otoritas moneter sudah membeli sekitar Rp410,92 triliun surat berharga negara (SBN) selama 2020, baik di pasar perdana maupun di pasar sekunder.

Dari total tersebut sebanyak Rp234,65 triliun dibeli di pasar pendana, senilai Rp51,17 triliun dibeli melalui mekanisme pasar, dan Rp183,48 triliun lewat pembelian langsung. Skema ini menurutnya berpotensi memengaruhi beban dan penghasilan BI.

“Selain itu, kondisi permodalan BI juga harus tetap dijaga di level minimal 10 persen dari total kewajiban moneter,” katanya melalui pesan instan, Selasa (29/9/2020).

Anis menjelaskan bahwa ada dua tantangan yang menyebabkan penurunan penghasilan BI. Semuanya adalah penurunan yield obligasi dan suku bunga acuan dunia.

“Yang akan memengaruhi realisasi pendapatan bunga BI dan hilangnya pendapatan BI dari SBN karena skema burden sharing,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pihaknya masih terus mengkaji dampak dari penerapan skema burden sharing terhadap inflasi dan neraca keuangan BI.

Untuk dampak ke inflasi, BI telah menyiapkan beberapa skenario, misalnya menggeser kelebihan likuiditas di perbankan.

“Skenario seperti itu dipikirkan, kami terus memantau perkembangannya. Belum bisa kami sampaikan sekarang, fokusnya sekarang memulihkan ekonomi,” katanya dalam rapat kerja bersama Komisi Keuangan DPR, Senin (28/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia dpr burden sharing
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top