Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Rencana Merger, Bank Syariah Milik BUMN Pilih Fokus Jaga Kinerja

Rencana merger perbankan syariah milik negara yang ditargetkan rampung pada Februari 2021.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 September 2020  |  21:26 WIB
Logo Bank Syariah milik BUMN - Istimewa
Logo Bank Syariah milik BUMN - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank-bank syariah milik BUMN masih fokus melanjutkan kinerja di tengah rencana merger yang akan dilakukan oleh Kementerian BUMN sebagai pemegang saham. Perbankan syariah anak bank BUMN menyatakan urusan merger berada di tangan pemegang saham.

PT Bank BNI Syariah mengaku masih fokus pada kinerja perseroan di tengah rencana merger perbankan syariah milik negara yang ditargetkan rampung pada Februari 2021.

Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan perseroan saat ini lebih berfokus pada upaya untuk pencapaian target dan menjaga kualitas aset khususnya yang terdampak Covid-19. Adanya pandemi yang membuat pendapatan terkontraksi, perseroan harus melakukan sejumlah penyesuaian, salah satunya ekspansi pembiayaan.

Tahun ini, BNI Syariah tetap menargetkan penyaluran pembiayaan senilai Rp32,9 triliun atau lebih tinggi 0,98 persen dari realisasi 2019 yang senilai Rp32,58 triliun.

"Ekspansi tetap jadi fokus kami untuk mendorong perekonomian dan kami lakukan dengan tetap menjaga aspek kehati-hatian," katanya kepada Bisnis, Rabu (30/9/2020).

Corporate Secretary BNI Syariah Bambang Sutrisno mengatakan proses merger merupakan kebijakan pemegang saham. BNI Syariah pun mendukung sepenuhnya yang dilakukan pemegang saham untuk kemajuan perusahaan.

Pengurus pun saat ini lebih berfokus pada kinerja bank. Apalagi, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang memberikan tantangan cukup besar.

"Itu [merger perbankan syariah] areanya pemegang saham, kami masih fokus dengan kinerja," katanya kepada Bisnis, Rabu (30/9/2020).

Menurutnya, jika merger akan terlaksana, kepentingan nasabah tetap akan menjadi prioritas. Produk dan layanan pun diakuinya akan semakin baik karena merger akan membuat jaringan bank semakin luas dan produk menjadi beragam.

"Yang jelas kepentingan nasabah pasti akan menjadi prioritas," sebutnya.

Corporate Secretary PT Bank BRI Syariah Tbk. Mulyatno Rachmanto mengatakan perseroan masih fokus pada peningkatan kinerja dan mendukung program pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi, saat ini BRI Syariah dipercaya oleh Pemerintah untuk menjadi salah satu bank penyalur dana PEN dengan penempatan senilai Rp1 triliun.

BRI Syariah meyakini wacana merger akan menjadi pilar kekuatan baru ekonomi nasional demi kemajuan dan kesejahteraan umat.

"Terkait wacana Menteri BUMN yang akan melakukan merger bank BUMN syariah, sebagai keluarga besar Bank Himbara kami akan selalu mendukung keputusan pemerintah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah bank bumn syariah merger bank syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top