Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Analis Sebut Kookmin Kerek Prospek Jangka Panjang Bank Bukopin (BBKP)

Kepastian KB Kookmin Bank Co.Ltd sebagai pemegang saham mayoritas dinilai akan memperkuat kepercayaan publik baik investor maupun nasabah dan akan berdampak positif terhadap saham PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) di masa mendatang.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  23:53 WIB
Seorang melintas di kantor KB Kookmin Bank Korea Selatan. Kookmin menjadi pemegang saham di PT Bank Bukopin Tbk. sejak 2018. - asianbankingandfinance.net
Seorang melintas di kantor KB Kookmin Bank Korea Selatan. Kookmin menjadi pemegang saham di PT Bank Bukopin Tbk. sejak 2018. - asianbankingandfinance.net

Bisnis.com, JAKARTA – Kepastian KB Kookmin Bank Co.Ltd sebagai pemegang saham mayoritas dinilai akan memperkuat kepercayaan publik baik investor maupun nasabah dan akan berdampak positif terhadap saham PT Bank Bukopin Tbk. (BBKP) di masa mendatang.

Pengamat Pasar Modal Fendi Susiyanto menuturkan Kookmin yang memegang 67 persen saham BBKP merupakan Bank komersial dengan fundamental dan kinerja keuangan yang kuat. Pada 2019, lanjutnya, Kookmin menjadi pemimpin pasar di segmen kredit UMKM Korea Selatan.

Selain itu, bank ini tercatat sebagai bank komersial pertama yang menyalurkan kredit di segmen UMKM hingga 103,3 triliun won. Dengan perkiraan kurs rupian terhadap won di kisaran Rp12,74 per won, maka nilai ini setara dengan sekitar Rp1.316 triliun.

Menurutnya, kekuatan itu menjadikan Kookmin sebagai bank yang dibutuhkan oleh BBKP karena dapat memberikan dampak strategis besar. Dampak tersebut di antaranya, potensi nilai tambah, serta terciptanya sinergi value di masa mendatang.

“Kookmin mumpuni secara keuangan, memiliki expertise di bidang bisnis tertentu (UMKM) untuk diterapkan dan dilakukan transfer knowledge, serta terjadi peningkatan sinergi operasional di Bukopin," jelas Fendi, Rabu (7/10/2020).

Menguatnya kepercayaan atas masuknya Kookmin juga telah terlihat dari langkah sejumlah lembaga pemeringkat yang mengerek peringkat Bukopin. Salah satunya adalah PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang menngerek naik peringkat Bukopin dari 'idA-', menjadi 'idAA' dengan Prospek Stabil.

Pefindo juga menetapkan peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Bukopin menjadi 'idAA'. Peringkat 'idAA' dan Prospek Stabil bermakna bahwa Bukopin memiliki kemampuan kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan obligor Indonesia lainnya.

Selain itu, Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Bukopin menjadi ‘AA-(idn)’ dan ditetapkan berada dalam Rating Watch Positif. Peringkat tersebut masuk dalam kategori Investment Grade.

Menurut Fendi, pelaku pasar juga memberikan respons positif terhadap peningkatan kepemilikan saham Kookmin di BBKP. Sejak awal Agustus kinerja harga saham BBKP telah mengalami peningkatan, dari Rp178 per saham ke Rp286 per saham.

“Meski terdapat dinamika akibat situasi pasar, sejak awal Agustus setelah Kookmin resmi menambah kepemilikannya, harga saham Bukopin dalam tren naik,” kata Fendi.

Senada Kepala Riset Praus Kapital Alfred Nainggolan juga mengatakan masuknya Kookmin ke BBKP menunjukkan kepercayaan pelaku pasar global terhadap perbankan nasional masih sangat tinggi. Keberadaan Kookmin juga akan memperkuat fundamental BBKP.

“Dalam jangka pendek, suntikan dana segar pasti akan memperkuat likuiditas perusahaan. Sementara dalam jangka panjang Kookmin akan fokus peningkatan pertumbuhan bisnis seperti dengan memperkuat Bukopin melalui sinergi dengan lini bisnis yang lain,” katanya.

Di bawah Kookmin, lanjutnya, BBKP diyakini dapat memanfaatkan jaringan global di berbagai negara. Sebagai informasi, Kookmin merupakan bagian KB Financial Group yang telah memiliki jaringan pasar global di Inggris, Amerika Serikat, India, Tiongkok, Hong Kong, Jepang, hingga Selandia Baru.

Di Asia Tenggara, Kookmin juga melakukan ekspansi ke Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar. Dengan pengalaman dan jaringan tersebut, peran Kookmin akan cukup strategis dalam membantu BBKP melewati masa pandemi dan kembali meningkatkan kinerja.

“Masuknya investor strategis seperti Kookmin akan sangat menguntungkan bagi Bukopin. Selain memiliki rekam jejak yang kuat di industri finansial, Kookmin tentunya bisa membawa banyak perubahan dan transformasi bisnis yang dibutuhkan oleh Bukopin saat ini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bukopin
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top