Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos BCA Beberkan Penyebab Pelemahan Kredit Perseroan, Apa Saja?

Berdasarkan laporan bulanan perseroan per Agustus 2020, BCA menyalurkan kredit senilai Rp570,353 triliun atau hanya tumbuh 1,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  10:52 WIB
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah melakukan transaksi di salah satu Kantor Cabang Bank BCA di Jakarta, Rabu (23/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk. membeberkan sejumlah kendala penyaluran kredit yang dialami bank swasta itu di tengah pandemi. Mulai dari pelemahan demand hingga adanya penambahan ekuitas yang diberikan pemerintah ke BUMN.

Berdasarkan laporan bulanan perseroan per Agustus 2020, BCA menyalurkan kredit senilai Rp570,353 triliun atau hanya tumbuh 1,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski kenaikannya sangat tipis, tetapi angka ini jauh lebih tinggi daripada realisasi industri perbankan yang hanya tumbuh 1,04 persen dalam periode yang sama.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan di tengah pandemi, demand kredit baru memang melemah. Selain itu, adanya penambahan ekuitas ke beberapa BUMN menyebabkan perusahaan pelat merah membayar pinjaman ke bank. Kondisi ini menurunkan jumlah baki debet kredit yang disalurkan BCA.

Adanya peningkatan kredit mengganggur yang belum ditarik debitur atau undisbursed loan juga ikut mendorong pelemahan penyaluran kredit di tengah pandemi.

"Kami tidak menahan kredit, kalau nasabah belum perlu ya tidak bisa dipaksakan," tuturnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurut Jahja, adanya penempatan uang negara juga tidak akan efektif dalam mendorong kredit. Pasalnya, hingga saat ini, penghimpunan dana di BCA sangat ample alias cukup. Kondisi ini pun berbanding terbalik dengan bisnis kredit yang lesu.

"Kredit lemah karena tidak ada yang minta, bisnis lesu kredit buat apa? Tidak ada kebutuhan," sebutnya.

Mengacu ke data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai kredit yang belum ditarik atau undisbursed loan per Juli 2020 mencapai Rp1.654 triliun. Jumlah ini meningkat 9,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca kredit Virus Corona
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top