Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merger BCA Syariah & Bank Interim, Bos BCA: Tidak Dimutilasi, Hanya Penggabungan Biasa

Proses merger BCA Syariah dan Bank Interim diharapkan rampung pada tahun ini
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5/2020). Dokumen BCA.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5/2020). Dokumen BCA.

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk. menyatakan proses merger BCA Syariah dengan PT Bank Interim Indonesia sebagai proses penggabungan biasa.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan proses merger kedua bank tersebut merupakan penggabungan yang sederhana. BCA pun menegaskan tidak melakukan mutilasi pada Bank Interim Indonesia dengan mengambil teknologi maupun staf-staf untuk dipindahkan ke anak usaha BCA lainnya yakni Bank Royal.

"Tidak dimutilasi, hanya simple merger, penggabungan dua entitas," katanya kepada Bisnis, Senin (12/10/2020) malam.

Jahja pun menilai Bank Interim juga tidak memiliki teknologi yang cukup advance. Begitu juga, sebelum merger dilakukan, staf-staf Bank Interim telah lebih dulu dirumahkan oleh pemilik sebelumnya.

"Bank Interim enggak advance teknologi juga, orang-orangnya kalau tidak salah dirumahkan oleh Rabo[Rabobank; nama Bank Interim sebelumnya]," sebutnya.

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan proses merger diharapkan rampung pada tahun ini. BCA Syariah pun memproyeksi pertumbuhan dana pohak ketiga (DPK) dan pembiayaan setelah merger dengan PT Bank Interim Indonesia dirampungkan pada tahun ini masih sebesar 5 sampai dengan 7 persen.

Menurutnya, proyeksi tersebut masih bersifat sementara. Apalagi, nasabah lama di Bank Interim akan menjadi prospek bagi BCA Syariah setelah merger dirampungkan.

"Kami upayakan merger selesai akhir tahun ini, proyeksi pertumbuhan DPK dan pembiayaan diproyeksikan sekitar 5 sampai dengan 7 persen," katanya kepada Bisnis, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, hal signifikan yang akan dirasa setelah merger adalah adanya perubahan pada sisi modal.

Merujuk pada prospektus penggabungan, modal disetor BCA Syariah adalah senilai Rp1,996 triliun per akhir 2019. Sementara itu, modal saham ditempatkan dan disetor penuh senilai Rp1,856 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper