Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hati-hati! Profil Risiko Debitur dan Kredit Bermasalah Bank & NonBank Terus Naik

Tingkat NPL anggota PEFINDO Biro Kredit pada Agustus 2020 tercatat 3,81% atau naik dibanding Februari yang sebesar 2,81%. Sementara itu, tingkat NPL total (anggota dan non-anggota) per Agustus tercatat 4,08% dibanding posisi Februari yang sebesar 2,81%.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  20:53 WIB
Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu (kiri) memaparkan materi saat roundtable discussion dengan tema Building Resilient Company in Digital Era through Integrated GR, di Jakarta, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu (kiri) memaparkan materi saat roundtable discussion dengan tema Building Resilient Company in Digital Era through Integrated GR, di Jakarta, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PEFINDO Biro Kredit-IdScore mengungkapkan bahwa pandemi telah memengaruhi kemampuan membayar debitur yang menyebabkan terjadinya perubahan profil risiko debitur dan peningkatan rasio non performing loan (NPL).

Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit-IdScore, menyebutkan data kelolaan yang diamati pihaknya menunjukkan nilai portofolio kredit anggota (dari kalangan Bank Umum, BPD, BPR dan perusahaan pembiayaan) pada Agustus 2020 tercatat Rp3.335 trilun atau turun 17% dibandingkan dengan Februari yang saat itu nilainya Rp4.010 triliun.

Sementara itu, nilai total portofolio kredit total (anggota dan non-anggota) per Agustus 2020 tercatat Rp6.033 triliun atau mengalami persentase penurunan 12% dibandingkan dengan posisi Februari.

"Walaupun demikian, nilai portofolio kredit tersebut boleh dibilang relatif terjaga dan stabil selama masa pandemi terhitung sejak Maret di mana rata-rata portfolio bulanan anggota tercatat di level Rp3.347 triliun dan total sebesar Rp6.145 triliun,” jelas Abimanyu dalan siaran pers, Kamis (15/10/2020).

Ditinjau dari sisi NPL, data menunjukkan bahwa tingkat NPL anggota PEFINDO Biro Kredit pada Agustus 2020 tercatat 3,81% atau naik dibanding Februari yang sebesar 2,81%. Sementara itu, tingkat NPL total (anggota dan non-anggota) per Agustus tercatat 4,08% dibanding posisi Februari yang sebesar 2,81%.

Abimanyu menambahkan bahwa pandemi juga mengakibatkan berkurangnya kemampuan sebagian debitur yang tercermin dari perubahan sebaran risk grade berupa peningkatan persentase debitur high risk dan very high risk dan penurunan persentase debitur kategori very low, low dan average risk.

Total persentase risiko debitur high dan very high masih tergolong tinggi dengan rata-rata di atas 40% dan terus meningkat terutama sejak Maret. Pada Juli, persentase total kategori ini bahkan mencapai 45,2% atau meningkat 3,2% dibandingkan Desember 2019 yang sebesar 41,2%.

Kondisi saat ini menuntut lembaga keuangan untuk mengedepankan pengelolaan risiko dan memanfaatkan semua jenis informasi dan data secara optimal, agar risiko dapat termonitor guna mengejar pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

"Kami berkomitmen mendukung penerapan manajemen risiko terukur melalui penyediaan produk credit scoring sekaligus mendukung inklusi keuangan melalui perluasan akses pembiayaan ke seluruh lapisan masyarakat,” demikian Abimanyu menutup keterangannya.

Dia berpendapat perekonomian tahun depan berpeluang kembali positif meski pemulihan akan terjadi secara terbatas. Ketersediaan vaksin merupakan faktor kunci dalam percepatan pulihnya aktivitas ekonomi.

Sementara itu, perbaikan sisi permintaan yang didukung oleh penyaluran kredit secara prudent dan kecukupan manajemen risiko merupakan syarat utama upaya menggerakkan kembali roda perekenomian sekaligus perbaikan pertumbuhan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan pefindo kredit bermasalah npl
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top