Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

September Nyaris Stagnan, Bagaimana Proyeksi Kredit Kuartal Akhir?

Pada September 2020, pertumbuhan kredit hanya sebesar 0,12 persen yoy. Bagaimana dengan perkiraan kuartal akhir tahun?
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  12:27 WIB
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Penyaluran kredit perbankan pada akhir kuartal III atau September 2020 berada di angka 0,12 persen secara tahunan.

Angka pertumbuhan ini terus melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang sebesar 1,04 persen. Bank Indonesia menyatakan penyaluran kredit yang lemah ini disebabkan oleh permintaan domestik yang belum kuat dan kehati-hatian perbankan sebagai dampak pandemi Covid-19.

Lalu, bagaimana dengan perkiraan kredit pada kuartal IV tahun ini?

Dalam Survei Perbankan yang dirilis BI pada Jumat (16/10/2020), pada kuartal IV/2020 secara triwulanan (qtq), kredit baru diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Namun, tidak setinggi periode yang sama tahun lalu.

Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) prakiraan permintaan kredit baru pada triwulan IV-2020 sebesar 57,6 persen, lebih tinggi dibandingkan 50,6 persen pada triwulan sebelumnya.

Akan tetapi, lebih rendah dibandingkan 70,6 persen pada kuartal yang sama pada tahun 2019.

Prakiraan pertumbuhan tersebut mengindikasikan tren perbaikan kinerja pembiayaan masih berlanjut pada kuartal akhir 2020, meskipun relatif terbatas jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru triwulan IV-2020 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi, dan kredit konsumsi.

Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor.

Sebelumnya, Direktur Wholesale Banking PT Bank Permata Tbk. Darwin Wibowo pun menyampaikan permintaan dari debitur besar sudah mulai membaik pada pertengahan paruh kedua tahun ini.

Meski banyak perusahaan yang mencoba mengurangi beban dengan membayar utang, Bank Permata tetap terus mencari ceruk penyaluran kredit berkualitas agar mampu memanfaatkan dana yang terkumpul cukup baik pada tahun ini.

"Sebenarnya ada beberapa segmen masih positif pertumbuhannya. Kami akan usahakan kredit kami tetap tumbuhan positif. Tapi memang tough kalau lihat dari bankwide," katanya.

Di luar itu, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan menyebutkan segmen konsumer pun masih terlihat potensial pada akhir tahun untuk mendongkrak kinerja fungsi intermediasi.

Perseroan bahkan masih mampu membukukan pertumbuhan kredit konsumer high single digit yakni sekitar 8 persen per akhir kuartal ketiga tahun ini.

"KPR masih tumbuh sekitar 8-9 persen , hanya kartu kredit yang masih flat secara tahunannya. Kami harap sampai akhir tahun kredit konsumer masih bisa tumbuh positif sekitar 8 persen," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia perbankan kredit
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top