Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mega Merger Bank Syariah BUMN, Cermati 10 Fakta Penting Ini

Ada sejumlah fakta penting yang menjadi perhatian para investor mengenai penggabungan usaha tersebut. Bisnis merangkum 10 informasi penting mengenai mega merger ini.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  16:13 WIB
Kantor BRIsyariah - brisyariah.co.id
Kantor BRIsyariah - brisyariah.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Tahapan penggabungan usaha 3 bank syariah milik BUMN di Tanah Air sudah semakin maju. Kemarin, prospektus mengenai skema merger antara PT Bank BRISyariah Tbk Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) diumumkan secara resmi.

Ada sejumlah fakta penting yang menjadi perhatian para investor mengenai penggabungan usaha tersebut, antara lain mengenai porsi saham publik yang nantinya akan terdilusi menjadi hanya sisa 4,4%.

Kemudian, BRI Syariah akan menjadi bank penerima penggabungan, tetapi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., induk usaha Mandiri Syariah, akan menjadi pengendali baru dengan saham mayoritas (51,2%). 

Berikut ini sejumlah fakta penting terkait merger bank syariah:

1. Estimasi tanggal efektif penggabungan usaha pada 1 Februari 2021. Dari sekitar 25 tahapan menuju legal merger day, saat ini prosesnya akan masuk ke tahap ke-7 yakni penyampaian rencana dan agenda RUPLSB BRIS kepada OJK.

2. Nama bank hasil penggabungan untuk sementara adalah PT Bank BRI Syariah Tbk., dan berkantor pusat di kantor BRIS saat ini yakni di Jalan Abdul Muis Nomor 2-4 Jakarta Pusat. Namun, BRIS berencana mengubah nama dan logo yang saat ini digunakan untuk memberikan image dan daya saing yang lebih baik di kancah nasional maupun global. Apabila BRIS berencana mengubah nama atau melakukan perubahan kantor pusat, maka akan dilakukan sesuai dengan peraturan yang beerlaku dan memperhatikan keputusan RUPS.

3. Pascamerger, BRIS masuk ke kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal inti sebesar Rp20,4 triliun.

4. Komposisi pemegang saham bank hasil merger akan berubah drastis. Semula BRIS dimiliki oleh BRI (73%), DPLK BRI-saham syariah (8,53%) dan masyarakat (18,47%). Pasca merger, Bank Mandiri akan memiliki mayoritas saham atau sebesar 51,5% (20,9 miliar saham), diikuti dengan Bank BNI sebesar 25,0% (10,22 miliar saham), BRI 17,4% (7,09 miliar saham), serta publik 4,4% (1,79 miliar saham). Selain itu ada juga kepemilikan dalam porsi kecil oleh DPLK BRI-Saham Syariah (828 juta lembar saham), PT BNI Life Insurance (5,25 juta saham), PT Mandiri Sekuritas (34 lembar saham).

5. Bank hasil merger akan masuk dalam daftar Top 10 bank terbesar di Tanah Air dari sisi jumlah aset. Rangkingnya diperkirakan ada di posisi ke 7 atau 8 dengan jumlah total aset sekitar Rp214,6 triliun. Bank hasil merger akan menjadi satu-satunya bank syariah yang masuk dalam ranking tersebut. Selain itu dari sisi kapitalisasi pasar, juga diperkirakan akan masuk daftar Top 10 global syariah bank.

6. Merger tidak akan mengubah status bank hasil penggabungan yakni tetap menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BRIS.

7. Setelah rampung, bank hasil merger akan langsung memiliki jaringan yang cukup "gemuk" yakni dengan 1.200 kantor cabang dan 1.700 ATM di seluruh Indonesia.

8. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) perseroan juga akan cukup besar dengan lebih dari 20.000 karyawan.

9. Bank hasil penggabungan memiliki visi menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar secara global dalam waktu 5 tahun ke depan.

10. Strategi usaha bank hasil penggabungan melayani kelas menengah atas yang sudah mengenal prinsip syariah, menjadi jendela alternatif bagi investor global dan menyedikan penataan produk syariah yang inovatif, serta melayani segmen pasar UKM dan mikro secara selektif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bri syariah merger bank syariah
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top