Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos BI Akui Dunia Usaha Belum Pulih

Menurut Bank Indonesia, di sisi permintaan yang masih lemah karena aktivitas ekonomi, termasuk dunia usaha yang belum kembali normal akibat dari pandemi Covid-19.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  16:58 WIB
Bos BI Akui Dunia Usaha Belum Pulih
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyoroti pertumbuhan fungsi intermediasi perbankan masih rendah, padahal likuditas di perbankan lebih dari cukup.

Menurut Perry, hal ini sejalan dengan sisi permintaan yang masih lemah karena aktivitas ekonomi, termasuk dunia usaha, belum kembali normal akibat dari pandemi Covid-19.

"Dunia usaha belum pulih betul dan dari sisi permintaan kredit masih lemah," katanya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (27/10/2020).

Perry mengatakan, selama pandemi ini, BI telah menerapkan sejumlah kebijakan moneter dan makroprudensial yang longgar.

Sepanjang kuartal III/2020, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4 persen. Sementara sejak awal 2020, BI telah memangkas suku bunga acuan hingga 200 bps.

Namun demikian, kredit perbankan masih tercatat rendah. Dalam laporan Uang Beredar, BI mencatat pertumbuhan kredit terkontraksi sebesar -0,4 persen secara tahunan (yoy) pada September 2020.

Jika dirincikan, penyaluran kredit korporasi tercatat negatif 0,7 persen pada September tahun ini, sedangkan kredit perorangan melambat menjadi 0,7 persen, dari bulan sebelumnya sebesar 1 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia kredit dunia usaha kssk
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top