Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Aswata: Asuransi Butuh Satu Tahun untuk Pulih dari Dampak Pandemi Virus Corona

Presiden Direktur Aswata Christian Wirawan Wanandi menilai bahwa kinerja industri asuransi umum cukup tertekan oleh penyebaran virus corona. Dua lini bisnis utama asuransi umum, yakni asuransi kendaraan bermotor dan properti mengalami koreksi hingga saat ini.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 02 November 2020  |  16:29 WIB
Aswata: Asuransi Butuh Satu Tahun untuk Pulih dari Dampak Pandemi Virus Corona
Presiden Direktur PT Asuransi Wahana Tata (Aswata) Christian W. Wanandi memperkenalkan asuransi perjalanan Aswata Travel A di sela-sela perayaan ulang tahun ke-54 Aswata, di Jakarta, Rabu (25/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Wahana Tata atau Aswata menilai bahwa pemulihan kinerja bisnis asuransi dari tekanan akibat pandemi virus corona setidaknya memerlukan waktu satu tahun.

Presiden Direktur Aswata Christian Wirawan Wanandi menilai bahwa kinerja industri asuransi umum cukup tertekan oleh penyebaran virus corona. Dua lini bisnis utama asuransi umum, yakni asuransi kendaraan bermotor dan properti mengalami koreksi hingga saat ini.

Menurutnya, Aswata pun mengalami perlambatan kinerja selama masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020. Saat ini kondisi bisnis mulai menunjukkan sinyal perbaikan, meskipun dia menilai bahwa pemulihan bisnis memerlukan waktu cukup lama.

"Pada kuartal III/2020 sudah ada perbaikan sedikit, tetapi overall masih cukup berat untuk tumbuh. Untuk memulihkan kinerja bisnis setidaknya diperlukan satu tahun lagi," ujar Christian kepada Bisnis, Senin (2/11/2020).

Kondisi itu membuat Aswata akan fokus menggarap renewal business untuk menjaga kinerja bisnis sepanjang tahun berjalan. Christian menjelaskan bahwa pihaknya tidak menargetkan pertumbuhan premi, tetapi akan berupaya agar tidak terjadi penurunan.

"Untuk menggenjot kinerja kuartal IV/2020 cukup berat. Fokus kami hanya tidak turun kuartal IV/2020 ini dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya.

Pada 2019 lalu, Aswata membukukan premi Rp1,86 triliun atau tumbuh 1,22 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan capaian premi 2018 senilai Rp1,84 triliun. Artinya, untuk mempertahankan kinerja, perseroan setidaknya harus bisa membukukan premi Rp1,86 triliun pada tahun ini.

Aswata belum mempublikasikan laporan keuangan kuartal III/2020 di situs resminya, sehingga belum terdapat gambaran kinerja premi yang teranyar. Namun, hingga kuartal II/2020 perseroan telah membukukan premi Rp857,54 miliar, sekitar 45,88 persen dari target premi 2020 jika tidak mengalami kontraksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi premi asuransi asuransi umum
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top