Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Caplok Bank Harda, Begini Gurita Bisnis Chairul Tanjung di Sektor Keuangan

Orang terkaya ke-6 di Indonesia versi Forbes itu, memang dikenal sebagai pemilik kerajaan bisnis CT Corp.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 06 November 2020  |  11:21 WIB
Chairul Tanjung  -  bankmega.com
Chairul Tanjung - bankmega.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha nasional Chairul Tanjung kian kokoh menancapkan bisnisnya di sektor keuangan. CT tengah menjadi perbincangan setelah rencananya mengakuisisi PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI).

Orang terkaya ke-6 di Indonesia versi Forbes itu, memang dikenal sebagai pemilik kerajaan bisnis CT Corp. Bisnisnya membentang dari keuangan (Mega Corp), media, ritel, gaya hidup & hiburan (Trans Corp), dan sumber daya alam (CT Global Resources).

PT Mega Corpora, sub holding dari bisnis keuangan, awal pekan ini mengumumkan rencana akuisisi Bank Harda. Dalam akuisisi tersebut, PT Hakimputra Perkasa akan menjual 3,08 miliar saham miliknya di Bank Harda ke PT Mega Corpora.

Jumlah itu setara dengan 73,71 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Perjanjian pengikatan jual beli itu telah ditandatangani pada 16 Oktober 2020.

Jika aksi korporasi ini berjalan sukses, maka Bank Harda akan menjadi bank ke-5 di bawah Mega Corp. Tidak hanya di perbankan, bisnisnya juga menyebar di asuransi, sekuritas, dan multifinance.

Berikut portofolio bisnis Chairul Tanjung di sektor keuangan, dilansir dari laman resmi CT Corpora:  

Perbankan

Chairul Tanjung dan keluarga (CT Corpora) melalui PT Mega Corpora merupakan pemegang saham pengendali (PSP) PT Bank Mega Tbk. Kepemilikan sahamnya sebesar 58 persen, sedangkan sisanya merupakan saham publik. Bank Mega memiliki total aset sebesar Rp99,24 triliun per 30 Juni 2020, sedangkan labanya tumbuh 32,60 persen yoy menjadi Rp1,18 triliun.

Di lini syariah, ada PT Bank Mega Syariah dengan kepemilikan saham sebesar 99,99 persen. Total Aset Bank Mega Syariah mencapai Rp8 triliun pada 2019, sedangkan laba bersihnya tumbuh 5,5 persen yoy menjadi Rp49,15 miliar.

Di samping itu, CT juga masuk ke BPD Sulutgo dan BPD Sulteng dengan menggenggam kepemilikan saham masing-masing sebesar 24,90 persen. Bank Sulutgo memiliki total aset sebesar Rp17,18 triliun per September 2020, serta laba bersih sebesar Rp141,39 miliar atau tumbuh 7,68 persen yoy. Sementara Bank Sulteng memiliki total aset sebesar Rp7,62 triliun per 30 Juni 2020 dan laba bersih Rp77,28 miliar atau tumbuh 45,76 persen yoy.

Teranyar, Mega Corpora akan menjadi PSP baru Bank Harda setelah proses akuisisi selesai. Adapun, akuisisi menunggu RUPSLB Bank Harda yang menyetujui pengambilalihan saham, serta izin dari OJK. 

Secara kinerja, total aset Bank Harda sebesar Rp2,13 triliun per 30 September 2020. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp48,39 miliar selama periode 9 bulan pertama tahun ini. Pada periode yang sama tahun lalu, emiten bersandi saham BBHI ini masih mencatat rugi bersih senilai Rp6,71 miliar. 

Di samping itu, perseroan berencana melakukan penyertaan saham pada PT Bank Bengkulu, tetapi porsi pembelian saham belum diumumkan. Total aset Bank Bengkulu sebesar Rp7,42 triliun per 30 Juni 2020, sedangkan laba bersihnya mencapai Rp85,35 miliar atau tumbuh 46,70 persen yoy. 

Asuransi

PT Mega Corpora menjadi pemilik PT PFI Mega Life Insurance dan PT Asuransi Umum Mega, dengan kepemilikan masing-masing sebesar 51 persen dan 99,99 persen. PT PFI Mega Life bergerak di bisnis asuransi jiwa, sedangkan PT Asuransi Umum Mega bergerak di bisnis asuransi umum.

Multifinance

Di bisnis pembiayaan, CT Corp menjadi pemegang saham utama PT Mega Auto Finance, PT Mega Central Finance. Keduanya menawarkan pembiayaan sepeda motor dan mobil baru atau bekas, elektronik maupun furnitur, hingga multiguna.

CT Corp juga merupakan pemilik PT Mega Finance, yang bergerak di bisnis pembiayaan sepeda motor baru, barang elektronik, dan multiguna.

Capital Market

Mega Corp juga membawahi sebuah perusahaan efek yakni PT Mega Capital Sekuritas, serta PT Mega Capital Investama yang memiliki izin usaha di bidang manajer investasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat chairul tanjung ct corp bank mega konglomerasi Bank Harda
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top