Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Keuntungan BRI Jika Konsolidasi dengan Pegadaian dan PNM Terealisasi

Pasalnya, penggabungan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan UMKM itu akan membuat laba dan aset BRI akan jadi ikut terkerek sebagai induk perusahaan.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 15 November 2020  |  06:21 WIB
Gedung BRI - bri.co.id
Gedung BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana konsolidasi antara tiga perusahaan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dengan PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dinilai akan memberikan keuntungan bagi BRI. 

Pasalnya, penggabungan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan UMKM itu akan membuat laba dan aset BRI akan jadi ikut terkerek sebagai induk perusahaan.

Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) Suria Dharma mengatakan Pegadaian mengantongi laba bersih Rp3,1 triliun pada 2019. Demikian pula, laba PNM hampir Rp1 triliun pada 2019.

Adapun, per September 2020, laba Pegadaian dan PNM masing-masing sebesar Rp1,7 triliun dan Rp175,1 miliar. Suria memperkirakan laba Pegadaian sampai akhir tahun ini di kisaran Rp2 triliun.

Dengan sinergi tersebut, menurutnya, bakal mendorong laba sekaligus memperkuat jaringan BRI. Adapun, sinergi ini memberi kemudahan bagi Pegadaian dan PNM dalam hal memperoleh pendanaan.

"Yang lebih menarik Pegadaian. Tahun lalu saja itu [laba] setara dengan 8% laba bersih BBRI. Mereka juga bisa jadi agen BBRI," katanya kepada Bisnis, belum lama ini. 

Terpisah, sebelumnya Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan aksi korporasi ini juga akan memperbesar nilai aset BRI. Per September 2020, BRI mencatatkan total aset Rp1.447,85 triliun atau terbesar di antara bank umum.

Trioksa meyakini dengan fundamental kuat yang dimiliki BRI, juga akan mendorong bisnis kedua perusahaan pelat merah tersebut.

"Dengan fundamental yang kuat, jaringan luas, bisnis ada, kemudian bersinergi mengembangkan sektor UMKM. Ini yang kita lihat jadi alat pemerintah untuk mengembangkan UMKM," katanya, Kamis (12/11/2020).

Secara kinerja keuangan, laba Pegadaian dan PNM memang mencatatkan penurunan masing-masing 24% yoy dan 78,95% yoy. Namun, penurunan kinerja ini sama dengan bisnis lainnya yang tertekan sebagai dampak pandemi.

Segmen UMKM dinilai sangat prospektif. Apalagi, BRI memiliki jaringan bisnis luas, didukung pengembangan teknologi informasi, yang akan sangat positif bagi Pegadaian dan PNM. "Apalagi Pak Sunarso pernah di Pegadaian sehingga tahu bagaimana mensinergikan keduanya," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN perbankan bri umkm
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top