Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank DBS Optimistis Pertumbuhan Dana Kelolaan Naik Dua Digit

Executive Director, Wealth Management Talent Rotation Bank DBS Indonesia Keng Swee Koh menyampaikan ekonomi tahun ini cukup menantang termasuk untuk peningkatan AUM. Namun, perseroan optimistis pertumbuhannya masih mampu tembus dua digit tahun ini.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 25 November 2020  |  16:33 WIB
Nasabah tengah antre ATM DBS Bank - Bloomberg.com
Nasabah tengah antre ATM DBS Bank - Bloomberg.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank DBS Indonesia optimistis asset under management (AUM) masih mampu tumbuh dua digit tahun ini, meski masih ada ketidakpastian pandemi.

Executive Director, Wealth Management Talent Rotation Bank DBS Indonesia Keng Swee Koh menyampaikan ekonomi tahun ini cukup menantang termasuk untuk peningkatan AUM. Namun, perseroan optimistis pertumbuhannya masih mampu tembus dua digit tahun ini.

"Kami masih akan tumbuh dua digit tahun ini. Bahkan untuk tahun depan masih akan mampu kami lanjutkan," katanya dalam webminar DBS Indonesia, Rabu (25/11/2020).

Dia menyebutkan perseroan termasuk mampu menjaga kepercayaan para nasabah AUM, dengan fokus pada produk surat utang dan produk syariah. Hal ini membuat nasabah tidak mengalami kerugian yang terlalu dalam selama masa pandemi.

Di samping itu, dia melanjutkan perseroan juga mulai melihat ada potensi pergerakan pasar ekuitas yang akan dimulai pada akhir tahun ini. Apalagi kabar baik ini juga didorong dengan suku bunga acuan yang rendah sehingga membuat margin dalam simpanan berjangka semakin menurun.

"Kami pun mempercepat proses transaksi nasbaah dengan optimalisasi di mobile banking," jelasnya.

Di luar itu, Keng Swee menuturkan Indonesia merupakan pasar yang sangat berkembang dalam hal wealth management, yang pertumbuhannya terhambat oleh terbatasnya akses nasabah terhadap investasi dan pengelolaan aset kekayaan.

Mengacu pada jurnal yang dirilis Hubbis bulan September lalu, penetrasi Asset Under Management (AUM) Indonesia hanya sekitar 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih tergolong rendah dibandingkan dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan lainnya sebesar 15%-25%.

"Pendapatan per kapita Indonesia saat ini berada di angka US$4.100, sedangkan diperlukan pendapatan per kapita sebesar US$5.000 agar lanskap wealth management Indonesia dapat memaksimalkan potensinya. Pada 2024 ini akan tercapai dan pertumbuhan AUM akan semakin agresif,” jelasnya.

Head of Sales & Distribution Consumer Banking Group DBS Indonesia Melfrida Gultom menyampaikan perseroan pun telah melengkapi produknya dengan banccassurance yang mampu memberi proteksi komprehensif dengan premi yang cukup terjangkau.

Melfrida menyampaikan komunikasi perseroan dengan nasabah pun tidak terlalu kaku. Perseroan aktif mengajak nasabah untuk berkomunikasi membahas perkembangan pasar dan bahkan aktif dalam aktivitas gaya hidup nasabah.

"Kami sering melakukan webminar, dan banyak kalas gaya hidup seperti memasak dan yoga. Kami juga memberikan pemahaman keuangan untuk nasabah dapat menghadapi masa pensiun lebih baik," paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan dbs dana kelolaan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top