Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Jago (ARTO) Rights Issue Awal 2021, Porsi Kepemilikan Bisa Terdilusi 21,65 Persen

Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 3 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 November 2020  |  08:25 WIB
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa
Logo PT Bank Jago Tbk. Bank ini dahulu bernama PT Bank Artos Indonesia Tbk. Setelah pemegang saham baru masuk, bisnis model bank diubah dengan fokus melayani segmen menengah dan mass market dan bertumpu pada teknologi digital. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. (ARTO) berencana mengeksekusi rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II) pada awal tahun depan.

Berdasarkan prospektus ringkas yang disampaikan kepada BEI, Bank Jago akan melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham perseroan untuk penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu II (PMHMETD II). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 3 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada 5 Oktober 2020 telah menyepakati rencana aksi korporasi tersebut. Selanjutnya, perseroan dijadwalkan akan memperoleh pernyataan efektif pendaftaran HMETD dari OJK pada 12 Januari 2021. Pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 26 Januari 2021. Adapun, rasio dan harga pelaksanaan HMETD belum ditetapkan.

Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD II ini sesuai dengan HMETD nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya maksimum sebesar 21,65%

Dengan asumsi seluruh pemegang saham perseroan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD II, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 13,86 miliar saham setelah PMHMETD II. Adapun kepemilikan saham PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia sebesar 37,65% , Wealth Track Technology Limited 13,35%, dan masyarakat 49%.

Namun dengan asumsi hanya pemegang saham pengendali yang melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PMHMETD II, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 12,39 miliar saham. Adapun kepemilikan saham PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia sebesar 42,12% , Wealth Track Technology Limited 14,93%, dan masyarakat 42,95%.

"Dengan kondisi tersebut, para pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan mengalami dilusi maksimum sebesar 21,65% setelah periode pelaksanaan HMETD," tulis dalam prospektus.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD II setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan untuk memenuhi modal minimum perseroan, ekspansi usaha dan investasi di infrastruktur teknologi informasi dan sumber daya manusia.

Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 22 Januari 2021 pukul 16.00 WIB berhak untuk mengajukan pemesanan pembelian saham baru dalam rangkan PMHMETD II. Pelaksanaan HMETD dapat dilakukan mulai 26 Januari 2021 sampai dengan 1 Februari 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan emiten bank bank jago
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top