Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gawat! Pembobolan Rekening Diduga via SIM HP Terjadi Lagi, Rp570 Juta Melayang

Dilansir Tempo, Selasa (8/12/2020) korban bernama Yulistriani kehilangan uang senilai Rp 570 juta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Desember 2020  |  18:29 WIB
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus pembobolan dana tabungan nasabah kembali terjadi dengan metode peretasan kartu SIM telepon genggam.

Dilansir Tempo, Selasa (8/12/2020) korban bernama Yulistriani kehilangan uang senilai Rp 570 juta yang disimpan di rekening PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI.

"Pembobolan terjadi Agustus 2020 lalu" ujar pengacara korban Massagus Farizi kepada Tempo.

Farizi menjelaskan kejadian bermula saat korban sedang berada di Solo, Jawa Tengah pada 21 Agustus 2020. Sekitar pukul 22.00, korban membuka aplikasi Google Maps di ponselnya saat menuju hotel.

Keesokan harinya atau 22 Agustus 2020, ponsel pintar korban tidak lagi bisa digunakan karena kartu SIM disebut tidak aktif.

"Pada saat ditanya, pihak counter Indosat bilang sekitar jam 12-an malam sudah diganti kartunya," kata Farizi.

Menurutnya, pada saat itu korban langsung meminta pemblokiran kartu SIM ke Indosat tapi ditolak dengan alasan harus mendatangi gerai resmi. Yulistriani kemudian mendatangi gerai Indosat di Jalan Slamet Riyadi Nomor 417 Purwosari, Solo, Jawa Tengah.

Di sana, dia diberi tahu bahwa kartunya telah ditukar pada pukul 01.00. Selanjutnya, Yulistriani mencoba memeriksa m-banking melalui layanan call center BRI.

Namun, pihak bank disebut tidak dapat memberikan data dan keterangan. Pada Senin 24 Agustus, Farizi langsung meminta konfirmasi ke Kantor BRI tempatnya membuka rekening. Dari kantor BRI, korban mengetahui telah terjadi transaksi pada 22 Agustus dari pukul 03.36 hingga 05.53 sebesar Rp570 juta.

Farizi mengaku telah melaporkan kasus pembobolan rekening ini ke Polda Metro Jaya pada 25 Agustus 2020. Namun, karena menilai Indosat tak kooperatif, dia kembali membuat laporan sekitar tiga pekan lalu untuk melaporkan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi tersebut.

"Pihak Indosat secara lembaga telah membantu terjadinya tindak pidana," kata Farizi.

Hingga berita ini diturunkan, Tempo belum menerima tanggapan dari Indosat atas peristiwa yang menimpa Yulistriani terkait pembobolan rekening diduga via kartu SIM Indosatnya.

Kasus tersebut hampir mirip pernah dialami wartawan senior Ilham Bintang. Pencurian kartu SIM Indosat milik Ilham terjadi pada 3 Januari 2020 saat dia berada di Australia.

Kejadian bermula saat seseorang dengan identitas tak jelas mendatangi gerai Indosat di Bintaro XChange, Tangerang Selatan, dan mengaku sebagai Ilham.

Pelaku tersebut kemudian meminta petugas Indosat untuk mengganti nomor di kartu lama dengan yang baru. Di saat yang sama, di Bandara Sydney, Australia, pada 4 Januari 2020 pukul 06.00 waktu setempat, Ilham melihat nomor di ponselnya tertera tulisan SOS.

Ilham tidak menyadari bahwa kartunya dicuri sampai dia terbang ke Melbourne. Pada 6 Januari di Melbourne, Ilham menemukan bahwa rekeningnya sudah dibobol untuk sejumlah transaksi. Rekening yang dibobol adalah Bank Commonwealth, BNI, Citibank, dan BCA.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tabungan handphone simpanan perbankan pembobolan dana

Sumber : Tempo.co

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top