Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dear Nasabah Jiwasraya, Ini Konsekuensi jika Menolak Restrukturisasi

Jiwasraya tidak mempermasalahkan penolakan dari sejumlah nasabah pemegang polis JS Saving Plan terhadap opsi restrukturisasi yang ditawarkan. Namun, ada konsekuensi dari pilihan yang diambil oleh para nasabah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  14:24 WIB
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta. Bisnis - Abdurahman
Warga melintas di dekat logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta. Bisnis - Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA - Beberapa nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menolak skema restrukturisasi yang ditawarkan. Perseroan pun tidak mempermasalahkan penolakan ini, tetapi ada konsekuensi bagi para nasabah.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko. Dia menyatakan tidak mempermasalahkan penolakan dari sejumlah nasabah pemegang polis JS Saving Plan terhadap opsi restrukturisasi yang ditawarkan.

Hexana pun menjelaskan ada konsekuensi dari pilihan yang diambil oleh para nasabah.

Bagi yang tidak setuju direstrukturisasi, kata dia, maka polis akan tetap tinggal di Jiwasraya sebagai utang piutang. Mereka akan tinggal bersama aset yang tidak bersih.

"Pembayarannya [klaim] mengandalkan nilai likuidasi aset tersebut, yang belum tahu besaran dan waktunya," kata Hexana dilansir Tempo.co, Selasa (15/12/2020).

Namun, bagi yang setuju, maka akan ditransfer ke IFG Life, sebuah perusahaan baru yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan gagal bayar klaim nasabah Jiwasraya.

Polis mereka akan ditransfer bersama aset yang sudah bersih. "Pembayaran dilakukan di sana sesuai dengan skema yang dipilih, kata Hexana.

Sebelumnya pada Jumat (11/12/2020), Hexana yang juga ketua Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya telah menyampaikan skema restrukturisasi yang ditawarkan kepada nasabah. Salah satunya untuk nasabah JS Saving Plan.

Alternatif utama adalah pembayaran nilai tunai secara penuh atau 100 persen dengan dicicil selama 15 tahun tanpa bunga. Selain itu ada opsi pembayaran klaim dengan tempo cicilan yang lebih cepat, yakni 5 tahun tanpa bunga.

Terakhir, ada opsi cicilan klaim selama 5 tahun. Namun, di dalamnya terdapat pembayaran di muka sebesar 10 persen oleh IFG Life dan adanya asuransi kecelakaan.

Opsi-opsi ini yang ditolak oleh para nasabah. "Semua opsi restrukturisasi yang ditawarkan sangat memberatkan nasabah," kata Roganda, salah satu perwakilan Forum Korban BUMN Jiwasraya pemegang polis JS Saving Plan dalam konferensi pers di hari yang sama.

Mereka menilai opsi ini tidak mengutamakan asas keadilan dan win-win solution. Salah satunya dengan melibatkan bank penjual melalui pinjaman tanpa bunga dengan jaminan polis Jiwasraya.

Hexana menyadari ada ketidakpuasan atas opsi yang ditawarkan. Tapi, kata dia, inilah upaya terbaik yang bisa dilakukannya bersama tim.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," kata Hexana yang juga Ketua Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi jiwa Jiwasraya polis nasabah restrukturisasi utang

Sumber : Tempo.co

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top