Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awareness Investasi Bertambah, CrowdDana Pede Fintech Ikut Tuai Berkah

Investor retail di pasar modal diharapkan ikut tertarik bergabung dengan platform ECF, di mana bisa disebut 'versi mini pasar modal' yang ditujukan untuk perusahaan rintisan atau startup dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Desember 2020  |  16:52 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggara teknologi finansial urun dana (fintech equity crowdfunding/ECF) PT Crowddana Teknologi Indonusa (CrowdDana) berupaya mengambil momentum awareness masyarakat terhadap instrumen investasi.

Pasalnya, Co-Founder sekaligus Chief Product & Marketing Officer CrowdDana Stevanus Iskandar Halim mengungkap bahwa hal tersebut tercermin dari statistik kinerja pasar modal.

Penambahan investor atau SID baru Pasar Modal Indonesia naik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, tumbuh 48,82 persen atau dari 1.212.930 menjadi 3.697.284 SID per 10 Desember 2020.

"Awareness investasi dan pengelolaan keuangan pribadi semakin meningkat di Indonesia. Dengan momentum dari market, tentu sangat membantu untuk mendorong Industri Equity Crowdfunding," jelas Stevanus kepada Bisnis, Senin (21/12/2020).

Oleh sebab itu, menurutnya, momentum ini harus membuat para pelaku industri fintech ECF lebih semangat menggaungkan nilai-nilai diferensiasi dari pasar modal konvensional.

Harapannya, para investor ritel di pasar modal ikut tertarik bergabung dengan platform ECF, di mana bisa disebut 'versi mini pasar modal' yang ditujukan untuk perusahaan rintisan atau startup dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Di ECF, [bedanya] pemodal dapat langsung berinvestasi ke bisnis yang nyata. Langsung berdampak di lapangan, langsung mendorong aktivitas ekonomi, langsung membuka lapangan pekerjaan. Bisnis para penerbit juga akan memberikan bagi hasil kepada pemodal sesuai dengan kinerjanya. Jadi semua pemodal turut bisa punya rasa kepemilikan di bisnis tersebut dan turut mendukung bisnis tersebut," tambahnya.

Stevanus pun mematok pertumbuhan kinerja yang tinggi untuk platform-nya mulai awal 2021. Hal ini menilik sektor properti, yang merupakan lini bisnis utama tempat CrowdDana menawarkan penerbitan ekuitas digital, diproyeksi mulai membaik.

Sekadar informasi, sepanjang 2020 di tengah pandemi saja, CrowdDana telah memiliki investor mendekati 20.000 pengguna, menerbitkan ekuitas digital dari 5 penerbit sektor properti yang didominasi pendanaan proyek rumah kosan, dengan total dana investasi di kisaran Rp20 miliar.

"Kami mengincar pertumbuhan 10 kali lipat pada 2021, target kami ingin mencapai 200.000 pengguna, 50 penerbit, dengan dana investasi hingga Rp200 miliar. Tapi menurut saya, tantangan terbesar masih tetap di edukasi dan sosialisasi bagi calon pemodal baru. Karena banyak pemodal yang masih awam soal investasi, mereka perlu benar-benar mengerti konsep Equity Crowdfunding," tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Crowdfunding fintech
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top