Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Revisi Target, CrowdDana Proyeksi Tahun Ini Biayai 6 Proyek Kos-kosan

Meski demikian, perseroan meyakini tahun ini bakal tetap dapat membiayai berbagai proyek kos-kosan yang sesuai dengan kriteria bisnisnya.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  17:52 WIB
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko
Profil bisnis teknologi finansial di Indonesia. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA - PT Crowddana Teknologi Indonusa (CrowdDana), platform fintech urun dana atau Equity Crowd Funding menyatakan sudah merevisi target kinerja tahun ini akibat dampak pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret lalu di Indonesia.

Meski demikian, perseroan meyakini tahun ini bakal tetap dapat membiayai berbagai proyek kos-kosan yang sesuai dengan kriteria bisnisnya.

Stevanus Iskandar Halim, Co-founder dan Chief Product and Marketing Officer CrowdDana menjelaskan awalnya tahun ini diperkirakan bakal ada sekitar 10 proyek rumah kos yang akan didanai oleh perseroan.

“Karena situasi Covid-19, target awal kami untuk mendanai 10 proyek rumah kos tidak akan tercapai. Saat ini kami memproyeksikan dapat mendanai 5 - 6 proyek rumah kos sampai akhir 2020,” ujarnya kepada Bisnis Rabu (1/7/2020).

Kinerja terakhir CrowdDana, menurutnya telah berhasil melakukan crowdfunding proyek bernama Abdi Syahdan Residence, yaitu rumah kos yang lokasinya berdekatan dengan Universitas BINUS Syahdan dan BINUS Anggrek.

Pada proyek ini, pihaknya berhasil melakukan pengumpulan dana atau crowdfunding senilai Rp6,8 miliar untuk Abdi Syahdan Residence yang memiliki 4 lantai, dan 57 unit kamar.

Untuk selanjutnya di semester II, pihaknya memerkirakan bakal melakukan crowdfunding proyek lebih banyak lagi, dengan target tambahan 3 - 4 proyek properti sampai akhir tahun.

Faktor pendorong bisnisnya saat ini menurut Stevanus yaitu adanya minat investor yang masih tertarik dengan skema Equity Crowdfunding, meskipun di tengah pandemi Covid-19.

“Hambatan yang kami hadapi yaitu karena pandemi Covid-19, sehingga tidak dapat bertemu langsung dengan pihak ketiga yang dapat membantu kinerja bisnis kami,” ujarnya.

Selain gencar mengajak investor, CrowdDana juga menyatakan telah melakukan edukasi kepada masyarakat dan nasabah melalui media sosial perseroan seperti Instagram dan group Telegram.

Ditambah lagi pada setiap proyek, pihaknya juga memberikan materi berupa foto, video, dan prospektus agar pemodal dapat mempelajari tentang risiko berinvestasi dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Crowdfunding fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top