Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kerek Pendapatan Komisi, Bank Andalkan Layanan Digital

Perbankan mengandalkan layanan digital untuk meningkatkan pendapatan nonbunga di tengah masa pandemi.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  09:38 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri di Tangerang, Banten. - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri di Tangerang, Banten. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Bank-bank masih mengandalkan peningkatan transaksi melalui layanan digital untuk mendorong pendapatan nonbunga pada tahun ini.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan pendapatan nonbunga perseroan di segmen ritel banyak berasal dari fee transaksi digital, forex ritel, dan fee dari produk wealth management.

"Kami fokus di layanan Preferred Banking untuk fee income dan kami terus mempromosikan transaksi digital untuk pembelian dan pembayaran, seperti bill payment, top up dan lain-lain," katanya, Senin (8/3/2021).

Lani mengatakan fee dari transaksi digital menunjukkan tren kenaikan. Pada tahun lalu, fee dari transaksi digital di segmen ritel saja naik 20 persen. Dia berharap pencapaian itu dapat bertahan naik sampai dengan akhir tahun ini.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. Ebeneser Girsang mengatakan kenaikan transaksi digital menunjukkan tren yang positif, meski tidak disebutkan angkanya. Untuk itu, perseroan terus melakukan kerja sama dengan fintech dan terbaru dengan Modal Rakyat.

Dia berharap kerja sama ini tidak sebatas kredit, tetapi meningkat kepada layanan perbankan dalam bentuk layanan digital dari sisi aset maupun liabilitas.

Excecutive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan perseroan berharap tahun 2021 lebih membaik sehingga fee based income atau pendapatan nonbunga dapat tumbuh positif seiring dengan adanya recovery transaksi.

Sebagai informasi, pendapatan nonbunga BCA menurun tipis 0,5 persen yoy menjadi Rp20,2 triliun pada tahun lalu. Sebelumnya, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja 2020 menjelaskan penurunan penurunan fee based income atau pendapatan non bunga sedikit banyak disebabkan dari menurunnya transaksi dari penggunaan kartu debit dan kredit selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Meski begitu, transaksi digital BCA tetap mencatatkan kenaikan lewat sederet inisiatif digital yang sudah dilakukan BCA jauh sebelum pandemi.

Hera memerinci sepanjang 2020, jumlah transaksi melalui mobile dan internet banking terus bertumbuh dengan pesat, yakni sebesar 50,7 persen yoy. Sepanjang tahun lalu, BCA memproses lebih dari 30 juta transaksi per hari secara rata-rata, atau naik 18,3 persen dari 2019.

"BCA akan terus melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan keunggulan layanan perbankan transaksi dalam mendukung pertumbuhan jumlah nasabah maupun jumlah transaksi yang dilakukan di dalam ekosistem pembayaran BCA, terutama transaksi melalui jaringan internet banking dan mobile banking," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan pendapatan fee based income kinerja bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top