Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awal Tahun, Penerbitan Surat Utang Bank Masih Sepi

Hal tersebut tercermin dari data OJK hingga pekan pertama Maret 2021 menunjukkan belum ada bank yang melakukan penawaran umum efek bersifat utang atau sukuk (EBUS).
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 05 April 2021  |  10:34 WIB
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Penerbitan surat utang belum menjadi opsi bagi bank dalam menghimpun pendanaan untuk keperluan pembiayaan pada awal tahun.

Hal tersebut tercermin dari data OJK hingga pekan pertama Maret 2021 menunjukkan belum ada bank yang melakukan penawaran umum efek bersifat utang atau sukuk (EBUS).

Adapun, sepanjang 2020 terdapat 9 penerbitan surat utang oleh bank dengan total nilai emisi sebesar Rp6,85 triliun. Jumlah tersebut menurun signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya terdapat 18 penerbitan surat utang dengan total nilai emisi sebesar Rp21,69 triliun.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan penerbitan surat utang menjadi alternatif pendanaan bagi bank di samping dana pihak ketiga, untuk membiayai ekspansi kredit. Namun, jika diperhatikan kondisi saat ini, sejumlah sektor usaha masih belum bangkit dari dampak pandemi Covid-19.

Hal itu juga menyebabkan bank berhati-hati dalam penyaluran kreditnya. Dari situ, bank diperkirakan tidak memiliki kebutuhan dana untuk membiayai kredit di luar dana pihak ketiga saat ini.

"Apalagi saat ini kondisi pasar belum membaik, sehingga pada 2021 bank lebih menahan diri untuk menerbitkan obligasi," katanya pekan lalu.

Trioksa memperkirakan penerbitan obligasi akan mulai marak pada kuartal IV. Hal ini seiring dengan periode vaksinasi di Indonesia yang telah tembus 10 juta orang dan masih terus berlangsung.

Menurutnya, jika vaksinasi berjalan efektif sampai dengan kuartal II, diperkirakan mulai ada pergerakan aktivitas masyarakat, sehingga ekonomi diharapkan mulai bergairah pada kuartal IV tahun ini.

"Diharapkan kuartal IV atau kuartal I tahun depan mulai bergairah, sektor usaha mulai membutuhkan pembiayaan, dan bank lebih percaya diri memberikan pembiayaan. Konservatifnya itu terjadi di kuartal IV atau kuartal I tahun depan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi perbankan surat utang pendanaan
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top