Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos BCA: Paylater Bukan Pesaing Kartu Kredit, Tapi Market Baru

Saat ini e-commerce menyediakan layanan baru berupa fasilitas pakai dulu bayar nanti atau paylater yang bisa digunakan.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 23 April 2021  |  13:21 WIB
Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Bank Central Asia (BCA) Tbk Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Layanan paylater semakin menjadi primadona di tengah masyarakat. Namun, PT Bank Central Asia Tbk. melihat fenomena itu bukan menjadi ancaman bagi bisnis kartu kredit.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja berpendapat bahwa kehadiran paylater tidak bersaing secara langsung dengan kartu kredit. Layanan itu menyasar pasar baru yang belum tergarap oleh perbankan.

Dia mengatakan kartu kredit lazimnya dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat. Dulu, kartu kredit hanya digunakan di restoran, toko, mal yang secara fisik digunakan di mesin EDC.

Seiring kemunculan e-commerce, nasabah dapat menggunakan kartu kredit untuk pembayaran di e-commerce. Saat ini e-commerce juga menyediakan layanan baru berupa fasilitas paylater yang bisa digunakan.

Jahja mengungkapkan bahwa kartu kredit belum merata di Indonesia. Belum semua orang memiliki kartu kredit, sehingga kehadiran paylater juga banyak digunakan oleh mereka yang belum memiliki kartu kredit.

"Jadi, ini bukan persaingan. Sebenarnya ini suatu market baru yang diadaptasi oleh e-commerce untuk belanja dengan kredit yang mungkin nasabah ini belum kredible secara perbankan. Namun, karena dia langganan di e-commerce tersebut sudah ada track record-nya. Karena based on database, diberikanlah fasilitas pay later," katanya dalam paparan kinerja kuartal I/2021, Kamis (23/4/2021).

Dari situ, Jahja menilai kehadiran paylater tidak bersaing langsung dengan kartu kredit. "Enggak bisa dikatakan, paylater nambah 2 juta orang, apakah market kartu kredit kemakan 2 juta? Belum tentu. Ada mungkin yang kemakan, tapi ada juga yang as a new market ya," imbuhnya.

Direktur BCA Santoso menambahkan volume kartu kredit yang menurun disebabkan karena penurunan face to face transaction. Adapun, paylater memiliki segmen pasar yang berbeda.

Menurutnya, jika nasabah menggunakan kartu kredit, maka bisa membeli dengan cara mencicil berapa kali dengan bunga atau tanpa bunga. Ada juga kredit tanda agunan yang tidak ada underlying transaction atau diberikan cash.

"Nah, ada satu market yang dilihat oleh para pelaku bisnis ini bisa gunakan dengan membeli, tapi juga mencicil. Ini menjadi satu market baru yang digarap oleh pemain. Nah BCA juga sedang mengamati, mengkaji mengenai produk ini untuk kita lakukan," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca kartu kredit jahja setiaatmadja paylater
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top