Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rockcore Financial Getol Tambah Saham Bank Neo (BBYB)

Porsi kepemilikan saham Rockcore Financial Technology di BBYB naik dari sebelumnya 4,05 persen menjadi 6,12 persen.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 25 Juni 2021  |  17:32 WIB
Rockcore Financial Getol Tambah Saham Bank Neo (BBYB)
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, Jakarta - PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) mengumumkan terjadi perubahan kepemilikan saham diatas 5 persen, yakni penambahan saham yang dipegang oleh Rockcore Financial Technology co.LTD.

Melansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/6/2021) porsi kepemilikan saham Rockcore Financial Technology dari sebelumnya 4,05 persen ke 6,12 persen.

Sebelumnya kepemilikan saham Rockcore Finasial technology 293.784.662 menjadi 458.784.662. Adapun, perseroan mengantongi restu para pemegang saham menambah modal melalui penerbitan saham baru dan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (28/5/2021) pukul 14.00 di Jakarta.

BNC menyiapkan penawaran umum terbatas (PUT) dalam rangka hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. BNC akan melakukan PUT V dengan HMETD sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham.

Selanjutnya, BNC akan melakukan PUT VI dengan melepas sebanyak-banyaknya 5 miliar saham dan nilai nominal Rp100 per lembar saham.

"Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan meningkatkan modal inti perseroan," ujar Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan keterangan resmi.

Tjandra mengatakan dalam rangka untuk memperkuat struktur kepengurusan, BNC mengangkat Pramoda Dei Sudarmo sebagai Komisaris Independen dan Hartono Budihardjo sebagai Direktur Operasi.

“Yang berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Tjandra dalam keterangan resmi.

Adapun, kinerja keuangan BNC hingga 31 April 2021 mencatatkan total aset senilai Rp5,91 triliun, dana pihak ketiga Rp 4,35 triliun, total penyaluran kredit Rp 3,76 triliun, dan total ekuitas Rp1,07 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Bank Digital bank neo commerce
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top