Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gelar PUT VI, Saham Bank Neo Commerce (BBYB) Tambah 183,9 Juta Lembar

Dalam keterbukaan informasi (22/6/2021), saldo saham yang beredar naik dari sebelumnya 7,06 miliar menjadi 7,25 miliar lembar saham.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  18:21 WIB
Gelar PUT VI, Saham Bank Neo Commerce (BBYB) Tambah 183,9 Juta Lembar
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk. (BNC) melaporkan telah mendapat penambahan jumlah saham sebanyak 183,9 juta lembar saham. Dalam keterbukaan informasi (22/6/2021), saldo saham yang beredar naik dari sebelumnya 7,06 miliar menjadi 7,25 miliar lembar saham.

"Adapun hal ini sehubungan dengan berlangsungnya periode pelaksanaan HMETD menjadi saham untuk Bank Neo Commerce," sebut keterbukaan informasi tersebut.

Adapun, perseroan mengantongi restu para pemegang saham menambah modal melalui penerbitan saham baru dan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Keputusan tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Jumat (28/5/2021) pukul 14.00 di Jakarta.

BNC menyiapkan penawaran umum terbatas (PUT) dalam rangka hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. BNC akan melakukan PUT V dengan HMETD sebanyak-banyaknya 5 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham.

Selanjutnya, BNC akan melakukan PUT VI dengan melepas sebanyak-banyaknya 5 miliar saham dan nilai nominal Rp100 per lembar saham.

"Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan meningkatkan modal inti perseroan," ujar Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan keterangan resmi.

Tjandra mengatakan dalam rangka untuk memperkuat struktur kepengurusan, BNC mengangkat Pramoda Dei Sudarmo sebagai Komisaris Independen dan Hartono Budihardjo sebagai Direktur Operasi.

"Yang berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Adapun, kinerja keuangan BNC hingga 31 April 2021 mencatatkan total aset senilai Rp5,91 triliun, dana pihak ketiga Rp 4,35 triliun, total penyaluran kredit Rp 3,76 triliun, dan total ekuitas Rp1,07 triliun.

Pemegang saham BBYB sampai dengan 27 Mei 2021 antara lain PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan sebesar 24,98 persen, PT Gozco Capital 20,13 persen, PT Asabri (Persero) 16,3 persen, Yellow Brick Enterprise Ltd. 11,1 persen dan sisanya pemegang saham publik 27,49 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan right issue bank neo commerce
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top