Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Bank Bisnis (BBSI) Kembali Sentuh ARA, Harganya Tembus Rp6.000

Saham Bank Bisnis kembali mencatatkan kenaikan signfikan pada awal perdagangan Rabu (4/8/2021). Saham BBSI dibuka di level Rp5.800 dan terus naik hingga tembus level Rp6.000.
Aktivitas di salah satu kantor cabang Bank Bisnis Internasional/bankbisnis.id
Aktivitas di salah satu kantor cabang Bank Bisnis Internasional/bankbisnis.id

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Bank Bisnis Internasional Tbk. (BBSI) menyentuh batas auto reject atas (ARA) selama dua hari beruntun.

Saham Bank Bisnis kembali mencatatkan kenaikan signfikan pada awal perdagangan Rabu (4/8/2021). Saham BBSI dibuka di level Rp5.800. Harga sahamnya terus naik ke level Rp6.600 pukul 10.06 WIB, atau naik 20 persen dari harga penutupan sebelumnya.

Selama perdagangan, saham BBSI ditransaksikan di rentang Rp5.750-Rp6.600 dengan volume yang diperdagangkan sebesar 604.200 dan nilai transaksi Rp3,85 miliar. Dengan kenaikan harga sahamnya, maka kapitalisasi pasar Bank Bisnis menjadi Rp19,98 triliun. Sepanjang tahun berjalan, harga sahamnya sudah naik 695,18 persen.

Pada perdagangan hari sebelumnya, harga saham BBSI di level Rp5.500, melesat 24,72 persen atau menyentuh batas auto reject atas (ARA).

Bank Bisnis melantai di Bursa pada 7 September 2020 dengan harga IPO sebesar Rp480 per saham. Dengan demikian, harga saham Bank Bisnis pada hari ini sudah melonjak lebih dari seribu persen dari harga pada saat IPO.

Melonjaknya saham BBSI bersamaan dengan kabar Kredivo yang akan meluncurkan bank digital bernama Lime, seperti dikutip dari Dealstreet Asia.

Kredivo mulai meletakkan dasar untuk neobank barunya, setelah mengakuisisi 24 persen saham di PT Bank Bisnis Internasional Tbk. pada Mei kemarin. Perusahaan induk Kredivo, FinAccel, telah menghabiskan Rp551,31 miliar (US$38,4 juta) untuk membeli saham dari pemegang saham lama PT Sun Land Investasi dan Sundjono Suriadi.

Soal kabar ini, Corporate Secretary Bank Bisnis Paulus Tanujaya menyampaikan pihaknya belum mengetahui mengenai kabar itu. Meski begitu, dia mengatakan Bank Bisnis memang memiliki rencana untuk bertransformasi menjadi bank digital.

Rencana tersebut juga disebutkan dalam prospektus IPO Bank Bisnis pada tahun lalu. Adapun kapan target eksekusi rencana tersebut belum bisa disampaikan. Pastinya saat ini perseroan fokus pada aksi korporasi rights issue yang ditargetkan akhir tahun ini.

"Arahnya akan ke bank digital. Belum bisa memastikan [waktu rilis], yang pasti kami konsen ke rights issue dulu," katanya, Selsa (3/8/2021).

Sebagai informasi, Bank Bisnis berencana melakukan PMHMETD (PUT II) dengan jumlah sebanyak-banyaknya sebesar 434.782.609 atau 14,37 persen dari modal disetor perseroan, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Terkait rencana aksi rights issue itu, perseroan akan menyelenggarakan RUPSLB pada 27 Agustus 2021 untuk menyetujui rencana PMHMETD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper