Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OCBC NISP Tawarkan Green KPR Bagi Milenial. Ini Keunggulannya

Layanan ini selain mengakomodasi suku bunga khusus, ada juga program untuk mendukung Green KPR, antara lain biaya yang lebih rendah. Khusus bagi generasi milenial, Green KPR dapat diperoleh dengan limit pinjaman mulai dari Rp100 juta.
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk. memahami bahwa gaya hidup ramah lingkungan merupakan salah satu topik yang tengah menjadi sorotan, terutama untuk generasi muda yang mulai banyak terlibat dalam gerakan ramah lingkungan.

Customer Solutions Retail Loan Division Head OCBC NISP Rudy Sutjiawan mengungkap eco-friendly kini pun telah sampai ke bidang prasarana di dalam rumah atau di perumahan, yang disebut juga properti berwawasan lingkungan.

Oleh sebab itu, perbankan pun mulai menyediakan kredit pemilikan rumah (KPR) yang berwawasan lingkungan, sekaligus menyediakan promo ataupun solusi keuangan melalui KPR yang menarik berkaitan hal ini.

"Bank OCBC NISP pun memiliki kepedulian dalam pemeliharaan lingkungan, khususnya yang terkait dengan energi terbarukan, untuk pemilikan rumah tinggal yang ramah lingkungan melalui produk Green KPR," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/9/2021).

Layanan ini selain mengakomodasi suku bunga khusus, ada juga program untuk mendukung Green KPR, antara lain biaya yang lebih rendah. Khusus bagi generasi milenial, Green KPR dapat diperoleh dengan limit pinjaman mulai dari Rp100 juta.

"Tapi satu syarat yang paling penting ketika mengajukan Green KPR adalah keharusan rumah tersebut memiliki sertikasi dari lembaga sertifikasi lingkungan yaitu GBCI melalui sertifikasi EDGE," tambahnya.

Secara terperinci, OCBC NISP memiliki KPR Hijau Easy Start yang dibuat khusus untuk generasi milenial ataupun generasi Z yang baru akan membeli rumah pertama kalinya.

Sebagai contoh, salah satu perumahan yang telah mendapatkan sertifikasi green dengan rumah senilai Rp600 juta dapat dimiliki dengan cicilan Rp2,8 juta sampai dengan Rp3 juta per bulan. Pengajuan Green KPR ini dapat dilakukan melalui ONE mobile. 

Sekadar informasi, KPR Hijau memastikan bahwa properti yang dibeli nasabah merupakan aset yang memiliki sertifikasi green dari lembaga sertifikasi internasional. Pengembang properti tersebut juga termasuk yang memiliki penghematan energi 20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan properti pada umumnya.

Selain itu, rumah yang berwawasan lingkungan biasanya memiliki bahan bangunan yang ramah lingkungan (bukan perusak Ozon), efisiensi penggunaan energi listrik sekaligus penghematan air, adanya area hijau atau ruang terbuka hijau, dan pengolahan sampah atau limbah yang ramah lingkungan.

Rudy mengungkap beberapa tahun terakhir pengembang properti mulai mengembangkan kawasan perumahan yang berwawasan lingkungan. Pada awal penerapan, tadinya mereka hanya memiliki fokus pada penerapan ruang terbuka hijau, yaitu berapa persen dari kawasan digunakan untuk taman dan ruang terbuka hijau lainnya.

Namun, dalam perkembangannya, ruang terbuka hijau bukan lagi menjadi satu-satu kriteria. Pengembang properti sudah melakukan mulai dari penggunaan bahan bangunan yang tidak merusak lingkungan, penggunaan lampu-lampu yang hemat energi bahkan adanya penggunaan tenaga surya sebagai alternatif energi, pengolahan air (water treatment), hingga pengolahan sampah dan limbah lainnya.

"Masyarakat pun saat ini juga sudah bisa mengetahui kawasan perumahan mana kah yang tergolong memiliki konsep ramah lingkungan, sehingga tidak hanya tergiur dengan sekedar slogan dari para developer. Saat ini, Green Building Council Indonesia (GBCI) merupakan salah satu Lembaga Sertifikasi Lingkungan di Indonesia, yang mana dapat memberikan penilaian ramah lingkungan atas rumah tinggal atau kawasan perumahan," jelasnya.

Rudy paham bahwa minat terhadap Rumah Hijau semakin tinggi karena sekaligus mampu menjadi Rumah Sehat. Bukan hanya sehat buat fisik, tapi juga sehat secara keuangan.

Sehat bagi fisik dari penghuninya karena rumah tersebut memiliki sirkulasi udara yang lebih baik, memiliki pencahayaan alami, pengolahan sampah dan limbah yang baik. Sementara sehat secara keuangan, karena rumah tersebut sudah lolos persyaratan penghematan energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper