Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi Mulai Pulih, Kinerja Asuransi Jiwa Semester I/2021 Menguat

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp119,74 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 14 September 2021  |  14:35 WIB
Ekonomi Mulai Pulih, Kinerja Asuransi Jiwa Semester I/2021 Menguat
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Kinerja industri asuransi jiwa kembali menunjukkan penguatan sepanjang semester I/2021.  Perolehan premi, hasil investasi, hingga nilai aset mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp119,74 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini atau tumbuh 64,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tumbuhnya pendapatan tersebut ditopang oleh perolehan premi yang mencapai Rp104,72 triliun sepanjang semester I/2021 atau tumbuh 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  

Perolehan premi bisnis baru tercatat mencapai Rp68,02 triliun atau naik 27,4 persen dibandingkan dengan semester I/2020, sementara premi lanjutan tercatat mencapai Rp36,7 triliun atau naik 2,8 persen dibandingkan dengan semester I/2020.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja itu sejalan dengan mulai pulihnya perekonomian Indonesia pada kuartal II/2021 yang tumbuh 7,07 persen. Pertumbuhan kinerja juga seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat, serta semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi jiwa di tengah pandemi Covid-19.

"Beberapa waktu ini bukan masa yang mudah dan banyak tantangan dan keterbatasan yang dihadapi industri asuransi jiwa.  Namun, industri asuransi jiwa berhasil melewati masa sulit, bahkan tumbuh 5 persen di atas pencapaian semester I/2019 ketika Covid-19 belum ada," ujar Budi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (14/9/2021).

Dari sisi pendapatan investasi, industri asuransi jiwa juga menorehkan pertumbuhan yang signifikan. Hasil investasi sampai dengan semester I/2021 mencapai Rp4,9 triliun atau berbalik untung dari semester I/2020 yang merugi Rp21,64 triliun.

Capaian kinerja positif tersebut mendorong total aset industri asuransi jiwa sepanjang semester I/2021 mengalami pertumbuhan sebesar 12,9 persen atau naik menjadi Rp575,46 triliun. Selain itu, cadangan teknis juga tumbuh sebesar 12,4 persen atau mencapai Rp443,95 triliun.

Budi menuturkan saat awal pandemi Covid-19, aset industri asuransi jiwa sempat terkoreksi sebesar 12 persen, sementara cadangan teknis terkoreksi 11,7 persen. Menurutnya, pertumbuhan kinerja semester I/2021 tentunya menjadi indikasi penting mengenai kekuatan industri asuransi jiwa yang terus bertahan dan bertumbuh ketika dalam situasi sulit.  

"Kenaikan cadangan maupun aset ini kami memandangnya bukan hanya pertumbuhan industri, tapi juga menunjukkan kehati-hatian atau sikap prudent anggota AAJI untuk mencoba menyisihkan atau mencadangkan dana lebih agar mampu menghadapi tantangan-tantangan di masa sulit ini supaya semakin mampu memenuhi komitmen dan janjinya kepada pemegang polis," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi premi aaji asuransi jiwa
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top