Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rights Issue BRI Capai Rp96 Triliun, Terbesar ke-7 di Dunia

Rights issue ini mencatatkan sejarah baru dalam pasar modal Indonesia. Di mana dengan jumlah yang telah diperdagangkan mencapai 28,2 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 96 triliun.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 29 September 2021  |  11:20 WIB
Rights Issue BRI Capai Rp96 Triliun, Terbesar ke-7 di Dunia
Salah satu kantor Bank BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) baru saja melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan perolehan dana penuh sebesar Rp 96 triliun.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi menyebut, rights issue yang dilakukan oleh BRI tercatat sebagai yang terbesar di Indonesia dimana mencatatkan sebanyak-banyak 28,2 miliar saham yang diperdagangkan.

Hal ini menjadikan rights issue BBRI menjadi tertinggi di Asia Tenggara, peringkat ketiga di Asia dan masuk tujuh besar di seluruh dunia sejak 2009.

"Rights issue ini mencatatkan sejarah baru dalam pasar modal Indonesia. Di mana dengan jumlah yang telah diperdagangkan mencapai 28,2 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 96 triliun," ujar Inarno dalam acara IDX Opening Bell: Right Issue BRI, Rabu (29/9/2021).

Inarno pun menambahkan rights issue BRI ini merupakan hal yang membanggakan dimana mengingat kondisi pandemi saat ini. Hal ini membuktikan investor asing masih percaya akan prospek ekonomi di Indonesia saat ini.

Hal senada pun diucapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dengan adanya Rights Issue BBRI yang jadi bagian dari Holding Ultra Mikro sebagai bukti bahwa Indonesia memiliki market yang besar sehingga pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan terus berlangsung.

"Hal ini membuktikan kita punya market besar sehingga pertumbuhan ekonomi akan terus berlangsung, tidak banyak negara punya posisi kaya kita" ujar Erick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri rights issue
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top