Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indolife Pensiontama Jadi Pembeli Siaga Rights Issue Bank Ina (BINA)

Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu mengungkapkan perseroan berkomitmen memberikan kesempatan kepada pemegang saham lain untuk berpartisipasi dalam PUT III ini.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 04 Oktober 2021  |  20:50 WIB
Indolife Pensiontama Jadi Pembeli Siaga Rights Issue Bank Ina (BINA)
Bank Ina Perdana - bankina.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indolife Pensiontama akan berperan sebagai pembeli siaga dalam penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue yang dilakukan PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA)

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, yang dikutip Senin (4/10/2021), Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu mengatakan, PT Indolife Pensiontama akan berperan sebagai pembeli siaga.

Sebelumnya, Anthoni Salim melalui PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham pengendali menyatakan bakal melaksanakan HMETD yang menjadi haknya dalam penawaran umum terbatas atau PUT III.

“Kami berkomitmen memberikan kesempatan kepada pemegang saham lain untuk berpartisipasi dalam PUT III ini. Namun, jika nilai yang ditargetkan belum tercapai, PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham pengendali Bank Ina, akan berperan sebagai pembeli siaga dalam transaksi ini,” ujar Daniel.

Dikutip dari laman resmi perusahaan, Indolife Pensiontama merupakan perusahaan yang bergerak dibidang asuransi jiwa dan dana pensiun. Memulai bisnisnya pada tahun 1991 melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor KEP 585/KM.13/1991.

Sebagai anggota kelompok usaha Salim Group yang berpusat di Jakarta, PT Indolife Pensiontama dikenal memiliki kondisi keuangan yang kuat dan komitmen pelayanan yang prima bagi nasabahnya.

BINA akan menggelar rights issue sebanyak-banyaknya 282.718.750 saham atau setara dengan 4,76 persen. Perseroan juga telah menetapkan harga pelaksanaan berkisar Rp4.200 – 4.380 per saham.

Setiap pemegang 20 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 8 November 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD.

Adapun, setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar antara Rp4.200–Rp4.380.

Daniel mengatakan bahwa BINA saat ini sedang menyiapkan layanan perbankan digital, berupa aplikasi yang bisa digunakan untuk pembukaan rekening, penyimpanan dana, dan pengajuan pinjaman secara mandiri, serta transaksi secara digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank ina rights issue
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top