Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Ina (BINA) Mau Rights Issue Lagi Tahun Depan, Ini yang Dibidik

Aksi korporasi itu bertujuan memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dengan tambahan modal sebesar Rp1 triliun.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 04 Oktober 2021  |  18:15 WIB
Bank Ina (BINA) Mau Rights Issue Lagi Tahun Depan, Ini yang Dibidik
Bank Ina Perdana - bankina.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) menyatakan akan kembali melakukan penambahan modal melalui skema rights issue pada tahun depan.

Direktur utama Bank Ina Daniel Budirahayu mengatakan aksi korporasi itu bertujuan memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dengan tambahan modal sebesar Rp1 triliun.

“Selain untuk memenuhi ketentuan regulator, [rights issue] juga akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan pengembangan infrastruktur digital dan human resources,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (4/10/2021).

BINA saat ini sedang menyiapkan layanan perbankan digital, berupa aplikasi yang bisa digunakan untuk pembukaan rekening, penyimpanan dana, dan pengajuan pinjaman secara mandiri, serta transaksi secara digital.

Untuk mencapai hal tersebut, Bank Ina telah mengumumkan pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada November 2021.

BINA akan menggelar rights issue sebanyak-banyaknya 282.718.750 saham atau setara dengan 4,76 persen. Perseroan juga telah menetapkan harga pelaksanaan berkisar Rp4.200 – 4.380 per saham. 

Dengan harga pelaksanaan tersebut, Bank Ina berpotensi meraup dana sebesar Rp1,238 triliun. Adapun per 30 Juni 2021, modal inti yang dimiliki Bank Ina sebesar Rp1,09 triliun.

Setiap pemegang 20 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 8 November 2021 pukul 16.00 WIB berhak atas satu HMETD.

Adapun, setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru dengan harga pelaksanaan berkisar antara Rp4.200– 4.380.

“Yang pasti, tahun depan kami akan rights issue kembali untuk memenuhi ketentuan dari OJK dengan tambahan modal Rp1 triliun,” kata Daniel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank ina rights issue
Editor : Azizah Nur Alfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top