Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

One Hope Komitmen Patuhi Regulasi OJK Terkait Pinjol

Fenomena pinjol ilegal yang kini menjadi perhatian banyak pihak, diharapkan tidak membuat seluruh pemain pinjol tampak negatif.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  05:15 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial One Hope besutan PT Teknologi Indonesia Sentosa berkomitmen untuk selalu tunduk dan patuh pada setiap dan semua aturan dan arahan dari OJK. Oleh sebab itu, One Hope tak akan mengambil jalan sebagai Pinjol pelanggar aturan.

Direktur One Hope Irwan Wirawan berharap fenomena pinjol ilegal yang kini menjadi perhatian banyak pihak, jangan sampai membuat seluruh pemain pinjol tampak negatif. 

One Hope sendiri terjun ke industri pinjol karena terdorong dari keinginan untuk berkontribusi pada peningkatan indeks inklusi keuangan.

One Hope merupakan platform yang mendapat lisensi terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun tengah mendapat penangguhan sampai bisa mengajukan perizinan kembali. 

"Saat ini One Hope sendiri tidak sedang menyalurkan pinjaman, namun berfokus pada penyelesaian hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari para pengguna sebagaimana yang diperintahkan oleh OJK kepada kami, dan kami pun berjalan tetap pada garis yang ditetapkan tersebut," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/10/2021). 

One Hope senantiasa berkomitmen untuk selalu tunduk dan patuh pada setiap dan semua aturan dan arahan dari OJK, maupun para pembuat kebijakan lainnya.

Platform ilegal yang menjadi sorotan, merupakan perilaku pihak-pihak tertentu yang memang sengaja cenderung bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

Oleh sebab itu, One Hope tak akan mengambil jalan sebagai pinjol pelanggar aturan, karena sejak diluncurkan memiliki komitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik secara keuangan bagi semua orang, terutama kaum pekerja Indonesia dan wanita produktif, dengan cara memberikan akses permintaan pinjaman yang cepat, mudah, dan terjangkau. 

"Komitmen kami ini sejalan dengan semangat dan upaya yang secara konsisten terus dilakukan oleh para pemangku kebijakan terkait, termasuk OJK, yang tercermin dari bertumbuhnya indeks inklusi keuangan. Pada perjalanannya kami selalu memberikan upaya untuk tetap mematuhi rambu-rambu yang ditetapkan," tambahnya. 

Terkait dengan situasi terkini industri pinjol di Indonesia, Irwan mengatakan pihaknya masih percaya bahwa kehadiran P2P lending pada umumnya, dan khususnya One Hope, memang diperlukan untuk memberi kontribusi positif terhadap indeks inklusi keuangan di masyarakat. 

Industri fintech P2P lending pun bisa menjadi solusi bagi sebagian besar masyarakat yang tergolong nonbankable, di mana segmen ini perlu digarap dengan baik lewat platform-plarform yang patuh pada aturan dari pemerintah dan regulator. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK P2P lending Pinjaman Online pinjol
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top