Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investree Gandeng Dealer Motor Listrik Gesits, Mau Bikin Apa?

Bantuan akses pembiayaan kepada Gesits Pratama yang dikategorikan sebagai green financing ini harapannya berkontribusi terhadap kelancaran bisnis distribusi motor listrik yang saat ini permintaannya sedang tinggi di pasaran.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 07 November 2021  |  22:26 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) mengendarai sepeda motor listrik menuju lokasi acara Indonesia Startup Summit 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) mengendarai sepeda motor listrik menuju lokasi acara Indonesia Startup Summit 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Platform teknologi finansial peer-to-peer (P2P) lending klaster produktif PT Investree Radhika Jaya (Investree) bakal menyalurkan porsi pendanaan berdampak miliknya ke salah satu dealer motor listrik Gesits.

Seperti diketahui, Investree dipercaya menyalurkan pendanaan berdampak sosial sebesar US$10 juta dari perusahaan investasi asal Zurich, Swiss, yaitu responsAbility Investments AG lewat kerja sama dengan pendana institusi (superlender) existing Investree, Accial Capital.

Terkini, Investree resmi menyalurkan porsi pendanaan berdampak tersebut lewat pembiayaan hijau (green financing) kepada PT Gesits Bali Pratama (Gesits Pratama), salah satu distributor terbesar Wika Industri Manufaktur (WIMA) sebagai produsen motor listrik Gesits ke seluruh pelosok Indonesia.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi menjelaskan bahwa dalam kerja sama ini Investree menyalurkan pinjaman kepada Gesits Pratama dengan tujuan menyukseskan aktivitas pengadaan atau transaksi business-to-business (B2B) mereka.

Contohnya, membantu menalangi pemberian down payment kepada produsen motor listrik (WIMA) saat Gesits Pratama mendapatkan pesanan unit dalam jumlah tertentu. Bisa juga untuk membantu membiayai proses pengiriman unit-unit motornya hingga sampai ke tempat tujuan karena klien pasti bayar belakangan dengan tenor yang beragam.

"Sehingga memang kegiatan pembiayaan ini sangat berfokus pada rantai pasok atau supply chain financing sesuai dengan inti bisnis Investree," ujar Adrian dalam keterangannya, dikutip Minggu (7/11/2021).

Bantuan akses pembiayaan kepada Gesits Pratama yang dikategorikan sebagai green financing ini harapannya berkontribusi terhadap kelancaran bisnis distribusi motor listrik yang saat ini permintaannya sedang tinggi di pasaran.

Terlebih, klien Gesits Pratama meliputi BUMN, perusahaan swasta, dan pemerintahan, yang saat ini memiliki kebutuhan terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Selain itu, Investree mendukung perhatian dan upaya masyarakat yang kini mulai sadar akan isu lingkungan dan bergerak ke arah pemanfaatan teknologi ramah lingkungan demi menekan laju pemanasan global yang tanda-tandanya sudah mulai terlihat di berbagai permukaan bumi.

Adrian menekankan bahwa langkah ini menggambarkan bahwa dalam menjalankan bisnis, Investree tak hanya mengejar profit, tapi juga bagaimana mampu meningkatkan kualitas ekonomi UKM dan kehidupan masyarakat melalui pilar utama yakni akses pembiayaan dan kesehatan, literasi keuangan secara digital, dan pergerakan sosial demi kesejahteraan masyarakat luas.

"Proyek green financing dengan Gesits Pratama ini termasuk dalam pilar kesatu dan ketiga. Kami berharap apa yang kami kontribusikan bersama dengan Gesits Pratama mampu membuat dunia pulih dan menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi masyarakat," jelasnya.

Di samping itu, karena Gesits Pratama berpusat di Bali, pembiayaan yang disalurkan oleh Investree ini juga selaras dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali tentang penggunaan energi bersih dan sepeda motor listrik berbasis baterai.

Artinya, Investree dan Gesits Pratama sama-sama mendukung langkah Pemerintah Bali dalam menjadikan Bali sebagai pelopor penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Adrian mengungkap bahwa salah satu tantangan terbesar Investree dalam menyalurkan green financing adalah menemukan lender institusi yang juga memiliki preferensi pendanaan spesifik, dalam artian memilih untuk mendanai pinjaman dengan dampak sosial besar terhadap sosio-ekonomi-lingkungan.

"Sekarang memang porsi pendanaan di Investree sudah menunjukkan perbandingan 60 persen lender institusi dan 40 persen lender perseorangan. Sehingga untuk menjawab tantangan tersebut, ke depannya Investree akan memperbanyak penetrasi ke lender institusi potensial yang mempunyai fokus terhadap pendanaan berdampak sosial, terutama yang peduli dengan isu penyelamatan lingkungan," ungkapnya.

Nantinya, ditambah kolaborasi baik dengan para peminjam (borrower) yang mempunyai perhatian sama, semakin mudah bagi Investree untuk membangun ekosistem keuangan digital bermuatan positif untuk ikut berperan dalam proyek-proyek green financing lainnya yang memiliki dampak sosial.

Direktur Gesits Pratama Sari Suryanti menanggapi bahwa kerja sama dengan Investree membuka peluang akses terhadap produk pembiayaan yang mudah dan full digital.

"Sekarang kami tidak pusing lagi memikirkan kesehatan cash flow perusahaan karena telah dibantu oleh Investree. Proses pengajuan hingga pinjaman dicairkan juga mudah dan cepat, pengalaman yang menyenangkan menjadi borrower di Investree," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik Investree P2P lending
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top