Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemberi Pinjaman Makin Ramai, Industri Fintech Lending Terus Menggeliat

Total lender yang berjumlah 788 per Oktober 2021 juga diikuti dengan total peminjam (borrower) sebanyak 71 juta orang dan agregat pinjaman sebanyak Rp272,42 triliun.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 11 Desember 2021  |  14:12 WIB
Ilustrasi pinjaman online. Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Ilustrasi pinjaman online. Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut salah satu pencapaian terbesar dalam industri Fintech Pendanaan Bersama adalah terus bertumbuhnya pemberi pinjaman (lender).

Sekretaris Jenderal AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan terus bertambahnya jumlah lender tersebut juga menjadi pendorong kemajuan industri ini.

"Adapun pencapaian terbesar dalam industri Fintech Pendanaan Bersama yang telah diraih dan sekaligus menjadi pendorong kemajuan industri ini adalah terus bertumbuhnya total lender di industri ini, yang per Oktober 2021 berjumlah 788 lender baik dari entitas maupun individu," katanya dikutip Sabtu (11/12/2021).

Sunu mengaku pihaknya telah melakukan beragam inisiatif dan aktivitas untuk terus mendorong perkembangan dan kemajuan industri tersebut. Adapun sejumlah hal yang dilakukan meliputi bidang hukum, etika dan perlindungan konsumen, komunikasi, edukasi, serta literasi dan riset.

Dia menuturkan, total lender yang berjumlah 788 per Oktober 2021 itu juga diikuti dengan total peminjam (borrower) sebanyak 71 juta orang dan agregat pinjaman sebanyak Rp272,42 triliun.

Selain itu, lanjutnya, nilai pendanaan yang masih berjalan (outstanding pinjaman) juga sebesar Rp27,91 triliun.

"Sedangkan pendanaan produktif/UKM berkontribusi rata-rata 52,44 persen dari total dana tahun 2021," sebutnya.

Lebih lanjut Sunu menuturkan, saat ini AFPI juga melakukan rebranding sebagai penanda lembaran dan semangat baru untuk terus melindungi industri Fintech Pendanaan Bersama di Indonesia, terutama dari gangguan para oknum pelaku pinjaman online (pinjol) ilegal yang sangat jelas mencederai perkembangan industri beserta kontribusi positif yang dibawa oleh industri bagi masyarakat Indonesia.

Dia menegaskan, selama ini AFPI selalu menjadi garda depan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh stakeholder yang berkepentingan, untuk memerangi keberadaan pinjol ilegal yang sangat merugikan masyarakat dan juga industri.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan salah satu upaya nyata AFPI dalam menghadirkan peningkatan literasi kepada para pengguna akan digelar lewat pembaharuan laman website AFPI.

"Nantinya juga ada simulasi, dan ada perbandingan [produk dan layanan] antarpemain. Kami akan membuat sesimpel mungkin supaya masyarakat bisa memahami dengan mudah," ujarnya.

Selain itu, AFPI juga melakukan reformasi terhadap layanan pengaduan menjadi semakin responsif, serta menambah komponen sumber daya manusia (SDM) internal, terutama berkaitan pengawasan kode etik.

Adrian menekankan bahwa upaya rebranding AFPI ini bukan hanya untuk memperkenalkan logo, namun juga melengkapi segala infrastruktur yang dibutuhkan asosiasi dengan harapan membawa keamanan dan kenyamanan lebih baik bagi para konsumen industri fintech tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK fintech Pinjaman Online
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top