Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos OJK: Kebijakan Restrukturisasi Kredit Akibat Covid-19 Berjalan Efektif

OJK mencatat perbankan sudah mulai giat memajukan penyaluran kredit dengan manajemen risiko yang lebih baik.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  13:19 WIB
Bos OJK: Kebijakan Restrukturisasi Kredit Akibat Covid-19 Berjalan Efektif
Layar menampilkan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat berbicara di acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2022 secara virtual di Jakarta, Rabu (15/12/2021). Bisnis - Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan implementasi kebijakan restrukturisasi kredit akibat Covid-19 berjalan efektif, seiring melandainya kasus Covid-19 di Indonesia.

Kebijakan restrukturisasi kredit merupakan upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Kebijakan ini dapat melalui penurunan suku bunga kredit, perpanjangan waktu kredit, hingga penambahan fasilitas kredit.

Wimboh menjelaskan, stimulus restrukturisasi kredit dimaksudkan agar para nasabah tetap bisa menjalankan usahanya, meskipun pada saat ini masih ada beberapa nasabah yang memang belum pulih kembali. “Tapi tetap dalam kerangka restrukturisasi sehingga tidak digolongkan macet,” kata Wimboh dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenge 2022, Rabu (15/12/2021).

Wimboh menuturkan, perbankan sudah mulai giat memajukan penyaluran kredit dengan manajemen risiko yang lebih baik. Menurutnya, langkah ini tentu akan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia, termasuk kredit-kredit yang direstrukurisasi.

Data menunjukkan, jumlah kredit yang direstrukturisasi dengan Peraturan OJK (POJK) No. 48/2020, sebanyak Rp714,01 triliun per Oktober 2021 yang mencakup 4,5 juta debitur. Sementara itu, restrukturisasi di perusahaan pembiayaan sebesar Rp216,22 triliun pada 5,19 juta kontrak.

“Kondisi ini menunjukkan implementasi kebijakan restrukturisasi Covid-19 berjalan efektif dalam memberikan ruang bagi pengusaha dan perbankan untuk bertahan dan siap untuk bangkit kembali,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK penyaluran kredit Bisnis Indonesia Business Challenges (BIBC)
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top