Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank IBK (AGRS) Gunakan 66 Persen Dana Hasil PUT III. Ini Penjelasannya

PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) telah menggunakan dana hasil penawaran umum terbatas (PUT) III melalui rights issue sebanyak Rp725,15 miliar.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  16:05 WIB
Bank IBK Indonesia - Dokumen Bank IBK Indonesia
Bank IBK Indonesia - Dokumen Bank IBK Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) telah menggunakan lebih dari separuh dana hasil penawaran umum terbatas (PUT) III melalui rights issue.

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia pada Rabu (12/1/2022), Bank IBK mencatatkan hasil penawaran umum terbatas (PUT) III yang efektif pada 31 Mei 2021 sebesar Rp1,094 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran, maka hasil bersihnya menjadi Rp1,091 triliun.

Sampai dengan akhir Desember 2021, perseroan telah merealisasikan 66 persen dana hasil IPO atau sebesar Rp725,15 miliar. Jumlah tersebut digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit.

Dengan demikian, sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp366,81 miliar. Sisa dana hasil penawaran umum tersebut disimpan di Bank Indonesia dengan tingkat suku bunga yang diperoleh yakni 2,90 persen dengan jangka waktu penyimpanan 6 hari.

Setelah menyelesaikan PUT III, Bank IBK akan kembali melaksanakan penambahan modal melalui PUT IV dengan jumlah sebanyak-banyaknya 10.928.961.749 saham. Terkait rencana tersebut, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa atau RUPSLB pada 19 Januari 2022 guna meminta persetujuan pemegang saham.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank IBK rights issue
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top