Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Neo Commerce (BBYB) Sebut Investor Strategis Siap Serap Rights Issue Rp5 Triliun

Bank Neo Commerce (BBYB) menyebut banyak investor strategis yang berminat untuk ikut dalam aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD perseroan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  17:35 WIB
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank Neo Commerce di Jakarta, Rabu (5/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) berencana kembali melakukan Penawaran Umum Terbatas VI atau rights issue pada kuartal I/2022. Dalam aksi itu, perseroan membidik perolehan dana sekitar Rp5 triliun.

Head of Corporate Secretary Bank Neo Commerce Agnes Fibri Triliana menyatakan bahwa banyak investor strategis yang berminat untuk ikut dalam aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD perseroan.

“Kami bersyukur, cukup banyak investor strategis lainnya di luar Akulaku dan Gozco Capital yang tertarik untuk berpartisipasi menyerap HMETD perseroan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Dia menambahkan bahwa saat ini perseroan masih dalam tahap pembicaraan dengan para investor. Terkait hal tersebut, emiten bank dengan sandi BBYB ini membuka diri untuk bermitra dengan pihak mana pun.

“Kami masih dalam tahap pembicaraan. Pada dasarnya kami terbuka untuk bermitra dengan siapa saja, sejauh memiliki visi dan misi yang sama dalam pengembangan bank digital yang sehat di Indonesia dan untuk mencapai inklusi keuangan yang kita impikan bersama,” tuturnya.

Dalam paparan publik pada akhir tahun lalu, Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan menyampaikan aksi penambahan modal itu akan dilaksanakan pada kuartal I/2022 dengan target Rp5 triliun.

Tjandra menambahkan bahwa 50 persen hingga 60 persen dana dari penggalangan modal itu akan dialokasikan untuk investasi teknologi. Sisanya ditujukan untuk kegiatan operasional, seperti marketing, edukasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Seiring dengan rencana tersebut, BBYB juga berencana meningkatkan fitur layanan, contohnya digital lending yang saat ini baru tersedia di aplikasi Akulaku. Pada 2022, layanan tersebut bakal tersedia di platform emiten bank dengan sandi BBYB ini.

“Kami juga akan bekerja sama Open API dengan beberapa partner strategis, termasuk juga lending kepada UMKM yang akan kami lakukan aktif pada 2022. Itu salah satu rancangan kerja kami,” tutur Tjandra.

Sepanjang tahun ini, BBYB merupakan emiten bank yang paling rajin melakukan rights issue. Berdasarkan data pasar modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perseroan telah dua kali melakukan PUT IV serta V masing-masing pada 31 Mei dan 18 November 2021.

Pada rights issue pertama, BBYB mengantongi nilai emisi sebesar Rp249,82 miliar, sementara aksi kedua merengkuh Rp2,5 triliun. Direksi mengklaim bahwa rights issue BBYB sepanjang tahun ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rights issue Bank Digital bank neo commerce
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top