Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Rights Issue, Ini Komposisi Pemegang Saham Bank Neo (BBYB) Terbaru

Bank Neo baru saja menyelesaikan aksi rights issue dengan saham yang ditawarkan pada aksi ini sebanyak 1,92 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp1.300 per saham.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  08:38 WIB
Usai Rights Issue, Ini Komposisi Pemegang Saham Bank Neo (BBYB) Terbaru
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) memberikan informasi mengenai komposisi pemegang saham terbarunya.

Sebagaimana diketahui, Bank Neo baru saja menyelesaikan aksi rights issue dengan HMETD V. Jumlah saham yang ditawarkan pada aksi ini sebanyak 1,92 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp1.300 per saham. Dana yang diperoleh pun sekitar Rp2,50 triliun.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/1/2022), BBYB menyebutkan perubahan komposisi pemegang saham dengan kepemilikan >5 persen yang terjadi pada 14 Desember 2021.

Sebelum

Pemegang SahamPorsi (%)
PT Akulaku Silvrr Indonesia24,98
PT Gozco Capital16,53
Rockcore Financial Technology Co. Ltd6,12
Yellow Brick Enterprise Ltd11,10
Publik/masyarakat41,27

Sesudah

Pemegang SahamPorsi (%)
PT Akulaku Silvrr Indonesia24,98
PT Gozco Capital15,64
Rockcore Financial Technology Co. Ltd6,12
Yellow Brick Enterprise Ltd5,17
Publik/masyarakat48,08

"Tidak ada dampak kejadian informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten atau perusahaan publik," tulis manajemen Bank Neo.

Dalam keterangan resmi sebelumnya, Bank Neo menyampaikan selama periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 2 hingga 8 Desember 2021, juga periode pemesanan saham tambahan sampai dengan 10 Desember 2021, dicatat bahwa pelaksanaan HMETD terserap secara penuh dan terjadi kelebihan pemesanan tambahan mencapai 679 juta saham atau setara Rp882,5 miliar.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan mengatakan bahwa rights issue perseroan mengalami oversubscribed karena apresiasi masyarakat terhadap kinerja BBYB dalam 10 bulan terakhir.

Terutama setelah perseroan bertransformasi menjadi bank digital dengan jumlah nasabah sebanyak 12,7 juta nasabah hingga pertengahan Desember 2021. Rights issue ini dinilai menarik para investor baru, sedangkan investor lama tetap berpartisipasi penuh dalam aksi korporasi ini.

Adapun, dana yang diperoleh dari hasil PUT V, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja pengembangan usaha perseroan berupa investasi teknologi informasi, penyaluran kredit, kegiatan operasional perbankan lainnya serta penguatan permodalan Perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemegang saham saham bank rights issue Bank Digital bank neo commerce
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top